Jakarta – Majelis Taklim (MT) Nur Syafekah Hanum di Jalan Raya Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, terus mengembangkan kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan aksi sosial dan peningkatan literasi masyarakat. Berawal dari pengajian rutin ibu-ibu di rumah, majelis ini kini berkembang menjadi wadah pemberdayaan umat dengan berbagai program inovatif.
Muhammad Arbani, pengurus serta cucu dari almarhumah Syafekah Hanum yang namanya diabadikan sebagai nama majelis tersebut, menjelaskan bahwa pendirian MT Nur Syafekah Hanum berawal dari kegiatan kajian sederhana di lingkungan keluarga.
Menurut Arbani, bangunan yang kini digunakan untuk aktivitas majelis berasal dari rumah yang dihibahkan oleh ibunya, Hj. Puspasari Dewi, SH., M.Kn. Rumah tersebut kemudian diwakafkan untuk pembangunan majelis taklim agar dapat memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat luas.
“Yayasan Nur Syafekah Hanum merupakan sebuah Majelis Taklim (MT) yang berlokasi di Jl. Raya Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Terinspirasi dan diawali dari rutinitas kajian ibu-ibu di rumah hingga dibangun sebuah bangunan Majelis Taklim dari sebuah rumah yang dihibahkan ibu saya, Ibu Hj. Puspasari Dewi, SH., M.Kn., kepada saya, putra ketiga beliau, dan selanjutnya saya wakafkan untuk dibangun sebuah Majelis Taklim agar rumah ini dapat digunakan bagi kegiatan para jamaah serta memberikan manfaat bagi banyak orang,” jelas Arbani, Selasa (20/10/2026).
Pria yang akrab disapa Bani itu mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Ia memandang majelis taklim bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Seiring perkembangannya, MT Nur Syafekah Hanum terus memperluas kegiatan pembinaan bagi jamaah dari berbagai kelompok usia. Majelis ini juga mengembangkan program sosial dan menjalin kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah untuk memperkuat manfaat kegiatan bagi masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah perpustakaan digital. Fasilitas ini dihadirkan untuk mendukung peningkatan literasi jamaah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
Selain itu, MT Nur Syafekah Hanum memiliki program unggulan bernama SULTAN DIGITAL, singkatan dari Sinergi Umat, Layanan Total, Aksi Nyata, dan Digital. Program tersebut menjadi upaya majelis dalam mengintegrasikan pembinaan keagamaan, pelayanan sosial, kerja sama lintas pihak, serta pemanfaatan teknologi digital.
Berbagai program itu turut mengantarkan MT Nur Syafekah Hanum dipercaya mewakili Kota Administrasi Jakarta Selatan dalam Lomba Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
Bani menegaskan, pihaknya ingin menjadikan majelis taklim sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, kegiatan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan aksi sosial agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“MT Nur Syafekah Hanum tidak hanya menjadi wadah kajian keagamaan, namun juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” ujar Bani.
Ia berharap, keberadaan majelis taklim dapat terus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan menggabungkan kegiatan keagamaan, sosial, dan literasi, majelis diharapkan mampu menjadi ruang pemberdayaan yang menjangkau berbagai kalangan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Arbani yang juga merupakan founder aplikasi Bantu Cari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan dan pengembangan MT Nur Syafekah Hanum.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga MT Nur Syafekah Hanum mendapatkan penilaian terbaik dan terus menjadi ruang yang terbuka untuk mengembangkan ilmu, kreativitas, serta kebermanfaatan bagi para jamaah dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi referensi bagi MT-MT lainnya,” tuturnya.
Keikutsertaan dalam Lomba FKMT Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat inovasi dan memperluas kontribusi majelis tersebut. Berangkat dari pengajian sederhana di rumah, MT Nur Syafekah Hanum berupaya menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan umat yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
(Red)


