-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    PSEL Bantargebang Siapkan 1.000 Lapangan Kerja, Tri Adhianto Dorong Lulusan SMK Bekasi Ikut Bersaing

    trawlmediaindonesia
    Rabu, 14 Oktober 2026, 12:02 WIB Last Updated 2026-10-14T05:04:17Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendorong keterlibatan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi peluang penyerapan tenaga kerja lokal kepada siswa SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Kota Bekasi.


    Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai kesempatan kerja yang berpotensi terbuka seiring pembangunan fasilitas PSEL. Selain itu, sosialisasi tersebut menjadi langkah Pemerintah Kota Bekasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.


    Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto menyampaikan bahwa proyek PSEL Bantargebang diproyeksikan membuka peluang hingga 1.000 lapangan kerja. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMK, terutama mereka yang memiliki latar belakang pendidikan teknik, kelistrikan, serta bidang kejuruan lain yang relevan.


    “Kita ingin anak-anak SMK di Kota Bekasi tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Potensi 1.000 lapangan kerja di PSEL ini kita buka aksesnya agar anak-anak kejuruan kita yang memiliki kompetensi bisa langsung daftar dan bersaing. Pemerintah hadir untuk menjembatani antara kebutuhan industri dan potensi siswa lokal,” ujar Tri Adhianto, Selasa (13/10/2026).


    Menurutnya, penyampaian informasi mengenai peluang kerja sejak dini penting dilakukan agar siswa dapat mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja. Dengan mengetahui kebutuhan industri, para siswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.


    Pemerintah Kota Bekasi juga berupaya memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia industri sehingga lulusan sekolah kejuruan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.


    PSEL Bantargebang Ditargetkan Olah 1.200 Ton Sampah per Hari


    Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, proyek PSEL Bantargebang juga diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan sampah di Kota Bekasi.


    Fasilitas tersebut direncanakan mampu mengolah sekitar 1.200 ton sampah setiap hari menjadi energi listrik. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif.


    Meski demikian, Tri Adhianto mengingatkan bahwa kapasitas pengolahan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bekasi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sosialisasi, masih terdapat sekitar 300 ton sampah per hari yang belum terakomodasi.


    “PSEL akan mengelola 1.200 ton sampah menjadi energi listrik. Namun, masih ada PR sekitar 300 ton sampah per hari yang belum ter-cover dan ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat dalam mengelola serta mengurangi sampah dari hilir hingga hulu,” tegasnya.


    Tri menekankan, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi modern. Peran aktif masyarakat tetap dibutuhkan, terutama dalam mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sampah, serta menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.


    Dorong Kompetensi Lulusan SMK dan Kepedulian Lingkungan


    Melalui sosialisasi di SMKN 1 dan SMKN 2 Kota Bekasi, pemerintah daerah berharap para siswa memperoleh gambaran lebih jelas mengenai peluang kerja yang berpotensi tersedia melalui pengembangan proyek PSEL Bantargebang.


    Keterlibatan lulusan SMK diharapkan tidak hanya meningkatkan kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga memperkuat kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di masa mendatang.


    Pemerintah Kota Bekasi turut mendorong agar kesempatan kerja dalam proyek tersebut dapat diakses secara terbuka oleh putra-putri daerah yang memenuhi kompetensi dan persyaratan dari pihak pengelola.


    Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia industri, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan manfaat proyek PSEL Bantargebang.


    Dengan persiapan tenaga kerja yang tepat serta dukungan masyarakat dalam mengurangi sampah, proyek tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Bekasi.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini