-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Ditemukan Sejumlah Kejanggalan, Proyek Peningkatan Jalan Inpres RW 05 Bojong Rawalumbu Senilai Rp377 Juta Disorot

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 30 Juli 2026, 09:13 WIB Last Updated 2026-07-30T02:13:55Z


    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Proyek Peningkatan Jalan Kota Bekasi (Jalan Inpres RW 05, Kelurahan Bojong Rawalumbu) yang dikerjakan oleh CV. Ade Saputra dengan nilai kontrak sekitar Rp366.042.734,19 dari pagu Rp377.036.000 menjadi sorotan setelah tim media melakukan pemantauan langsung selama proses pengecoran.


    Berdasarkan hasil pemantauan, pada hari pertama pengecoran dilakukan uji slump (slump test). Konsultan pengawas bernama Adi menyampaikan bahwa hasil slump seharusnya berada pada angka 13 cm. Namun saat dilakukan pengukuran bersama di lapangan, hasilnya mencapai sekitar 14 cm, dan ketika dikonfirmasi kembali, Adi membenarkan bahwa hasil pengukuran tersebut memang sekitar 14 cm. Meski demikian, menurut media, pengecoran tetap dilanjutkan.


    Pada hari kedua, media kembali mempertanyakan volume pekerjaan kepada konsultan pengawas. Adi menyampaikan panjang pengecoran sekitar 160 meter dengan lebar bervariasi antara 5 hingga 6 meter. Sementara warga setempat bernama Tatang menyebut panjang pekerjaan sekitar 163 meter dengan lebar rata-rata sekitar 4,5 meter, sehingga muncul perbedaan data mengenai volume pekerjaan yang dilaksanakan.


    Selain itu, media menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian teknis di lapangan. Penghamparan base course (beskos) dinilai kurang maksimal, papan bekisting dipasang dengan cara ditanam ke tanah, serta dowel diduga menggunakan besi diameter 8 mm, padahal menurut informasi yang diperoleh seharusnya menggunakan diameter 10mm.


    Hasil pengukuran media juga menunjukkan ketebalan beton sekitar 17 cm, sedangkan pekerja menyebut ketebalan yang dikerjakan mencapai 20 cm. Pada rangkaian dowel, jarak cincin yang seharusnya sekitar 25 cm ditemukan bervariasi antara 30 cm, 35 cm hingga 36 cm, bahkan beberapa cincin terlihat bergeser namun tetap dipasang.


    Saat memeriksa surat jalan beton ready mix, media memperoleh keterangan dari teknisi bahwa spesifikasi beton menggunakan slump 12 ± 2 cm. Dari dokumen surat jalan yang diperlihatkan di lokasi, diketahui bahwa beton disuplai oleh PT Merah Putih Beton.


    Proses peliputan juga sempat diwarnai ketegangan. Menurut keterangan media, seorang mandor bernama MIDI meminta wartawan tidak mengambil gambar tanpa izinnya. Ketika dijelaskan bahwa dokumentasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik, mandor tersebut disebut sempat berteriak dan memarahi awak media di hadapan warga.


    Berdasarkan keterangan tukang parkir bernama Rahman, pada hari pertama terdapat 11 truk mixer, sedangkan pada hari kedua 9 truk mixer. Dengan asumsi kapasitas setiap truk sekitar 7 m³, maka volume beton yang dikirim diperkirakan mencapai 140 m³.


    Sementara apabila mengacu pada ukuran lapangan yang disampaikan warga, yakni panjang 163 meter, lebar rata-rata 4,5 meter, dan ketebalan rencana 20 cm, maka kebutuhan beton seharusnya sekitar 146,7 m³ atau dibulatkan menjadi 147 m³.


    Sedangkan apabila ketebalan yang terpasang benar sekitar 17 cm sebagaimana hasil pengukuran media, maka volume beton yang digunakan menjadi sekitar 124,7 m³ atau sekitar 125 m³.


    Warga setempat bernama eko juga menyampaikan seharusyah pekerjaan  pengajuwan  saluran air seharusnya  terlebih dahulu agar aliran air dapat berfungsi dengan baik sebelum dilakukan pengecoran jalan.


    Atas berbagai temuan tersebut, media berharap CV. Ade Saputra selaku pelaksana, PT Merah Putih Beton selaku pemasok beton, konsultan pengawas, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi dapat memberikan klarifikasi sehingga mutu pekerjaan dan penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


    (Spn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini