Trawlmediaindonesia.id
Jakarta - Jum'at, 26 Desember 2025 Badan Gizi Nasional menilai unggahan keluhan siswa terkait menu Makan Bergizi Gratis di media sosial mencerminkan sikap kurang bersyukur.
Pemerintah meminta agar persoalan dalam pelaksanaan program MBG disampaikan melalui jalur resmi dan tidak dipublikasikan secara terbuka di platform digital.
Dewan Pakar BGN Ikeu Tanziha mempertanyakan manfaat yang diperoleh siswa ketika memposting temuan buruk pada menu MBG, termasuk kasus adanya belatung pada makanan.
Menurut Ikeu, unggahan semacam itu berpotensi membentuk karakter negatif pada anak sejak dini.
Ia menyebut kebiasaan mempublikasikan keluhan di media sosial dikhawatirkan menumbuhkan sikap tidak bersyukur.
Ikeu menegaskan bahwa jika siswa menemukan masalah pada menu MBG, seharusnya hal tersebut langsung dilaporkan kepada guru di sekolah.
Ia menilai persoalan bisa diselesaikan secara cepat melalui penggantian makanan tanpa harus disebarluaskan ke publik.
BGN juga mendorong masyarakat dan wali murid untuk menyampaikan pengaduan langsung kepada pemerintah.
Saat ini pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan sistem pengaduan terpadu agar laporan dapat disampaikan dengan mudah.
Sistem tersebut dirancang agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan melalui sambungan telepon dengan biaya yang nantinya ditanggung oleh BGN.
Pernyataan Ikeu ini menanggapi pandangan Perhimpunan Pendidikan dan Guru yang menyebut adanya tekanan berjenjang dalam pelaksanaan MBG.
Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan banyak murid dan guru merasa takut menyuarakan persoalan MBG secara terbuka.
Ia menyebut tekanan bisa terjadi dari guru ke murid, dari sekolah ke guru, hingga dari dinas pendidikan ke sekolah.
Kondisi tersebut dinilai membuat sejumlah persoalan dalam program MBG tidak tersampaikan melalui jalur internal.


