-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Paska Kebakaran gedung Jakarta Islamic Center belum direvitalisasi, kegiatan Keagamaan tetap normal

    trawlmediaindonesia
    Rabu, 07 Januari 2026, 17:42 WIB Last Updated 2026-01-07T10:42:24Z

    Trawlmediaindonesia.id 

    Jakarta - Jakarta Islamic Center (JIC) di Koja, Jakarta Utara, hingga kini memang belum direvitalisasi pascakebakaran kubah masjid. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat di media sosial yang menilai kawasan JIC tampak terbengkalai dan mempertanyakan kelanjutan pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


    Namun, pihak pengelola memastikan bahwa kegiatan ibadah dan pelayanan keumatan di JIC tetap berjalan normal, meskipun lokasi utama masjid belum dapat digunakan.


    Kasubag Tata Usaha UPK Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), Ustaz Anda Ibnu Nasir, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ibadah telah direlokasi sejak terjadinya kebakaran. “Kalau kegiatan ibadah, semuanya kita pindahkan ke Gedung Convention Hall. Sholat, kajian rutin, semua jalan. Jadi secara umum kegiatan ibadah tidak terganggu,” ujarnya, Rabu (7/1).


    Ia mengakui, kapasitas jemaah memang berkurang karena luas Convention Hall tidak sebesar masjid utama JIC. “Kalau dari segi kapasitas, memang pasti berkurang. Karena masjid kan lebih luas. Tapi kegiatannya tetap ada,” katanya.


    Menjelang bulan Ramadan, pihak pengelola memastikan seluruh agenda ibadah tetap terlaksana seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dari setelah kebakaran sampai sekarang, kegiatan Ramadan tidak ada yang berkurang. Tarawih, kajian jelang berbuka, itikaf, buka puasa bersama, semuanya rutin ada di Convention Hall,” jelasnya.


    Selain kegiatan ibadah, pelayanan organisasi keumatan juga tetap berjalan. Perkantoran seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) direlokasi ke Gedung Bisnis JIC. “Pelayanan keumatan tidak terganggu. Kantor MUI dan DMI juga sudah kita relokasi, jadi tetap berjalan,” tambahnya.


    Terkait revitalisasi JIC yang belum dimulai, Anda Ibnu Nasir menyampaikan bahwa prosesnya masih berada pada tahap awal pembahasan. “Kalau mulai revitalisasi, itu masih jauh. Masih rapat-rapat, pembahasan awal. Tapi rapatnya sudah dilakukan beberapa kali,” ujarnya.


    Ia juga membenarkan bahwa masyarakat sering menanyakan kapan revitalisasi akan dimulai. “Setiap hari kami ditanya warga, sudah tiga tahun belum ada perbaikan. Jawaban kami masih normatif, sedang proses, sedang dibahas,” katanya.


    Sebelumnya, masyarakat memperdebatkan tanggung jawab penanganan JIC dengan mengaitkannya pada masa transisi kepemimpinan gubernur dan penjabat gubernur DKI Jakarta. Sejumlah komentar juga menilai revitalisasi membutuhkan anggaran besar serta perencanaan dan tahapan tender yang realistis.


    Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa fungsi utama JIC sebagai pusat kegiatan ibadah dan keumatan tetap berjalan, sembari menunggu keputusan dan kebijakan lanjutan terkait revitalisasi kawasan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini