Trawlmediaindonesia.id, Jakarta - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara melakukan sejumlah langkah penanganan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jembatan BKT Rorotan, pada Selasa (3/2). Kemacetan tersebut terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari Sulesuryana, menjelaskan bahwa jembatan tersebut merupakan jalur alternatif timur–barat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Bekasi. Kondisi jalan utama di Bekasi yang tergenang banjir dan mengalami kerusakan membuat banyak pengendara beralih menggunakan jalur tersebut. “Jembatan ini kapasitas jalannya terbatas, sementara kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta meningkat cukup signifikan, terutama di pagi hari,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan, peningkatan kendaraan paling banyak terjadi dari arah timur ke barat atau menuju Jakarta dan Rorotan. Kondisi ini membuat lajur kendaraan sering saling berebut ruang dan memicu kemacetan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub Jakarta Utara melakukan pemisahan lajur di atas jembatan menggunakan barier sementara. “Kita lakukan pemisahan lajur supaya lebih tertib. Sementara ini pakai barier dulu, nanti kita lihat efektivitasnya. Kalau efektif, bisa diganti dengan beton,” jelasnya.
Selain pemasangan barier, Dishub juga menurunkan petugas untuk pengaturan lalu lintas pada jam-jam padat. “Petugas kita turunkan pagi dan sore. Pagi dari jam 6 sampai jam 9, sore jam 4 sampai jam 6. Masing-masing dua orang,” kata Rudi.
Ia menyebutkan bahwa volume kendaraan di jembatan tersebut saat pagi hari bisa mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal, meskipun belum dilakukan pencacahan resmi atau traffic counting. “Kalau dilihat dari pemanfaatan kapasitas jalan, pagi itu satu jembatan penuh,” ujarnya.
Rudi juga menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membantu penertiban di lapangan, terutama terkait aktivitas pihak-pihak yang menahan arus lalu lintas dan berpotensi menambah kemacetan. “Kita juga sedang menelusuri kembali kewajiban pengembang di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya penanganan jangka ke depan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Rudi mengimbau para pengguna jalan agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. “Jalur ini sifatnya alternatif. Kami harap pengguna jalan tetap mematuhi pengaturan di lapangan agar arus lalu lintas bisa lebih lancar,” tutupnya.


