Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Kasus tewas nya ext Karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) dan aktivis lburuh yang ditemukan tewas di rumahnya di Pondok Gede, Kota Bekasi, pada 2 Maret 2026,dan masalah kemacetan yang akhir akhir ini terjadi di wilayah Jakarta Utara, Gerakan Utara Bersatu adakan aksi damai dan tabur bunga di depan Gedung Pelindo Tower, Jakarta Utara, Senin ( 9/3/2026).
Kematian Ermanto Usman menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ermanto Usman, sosok yang selama ini berani bersuara membela hak-hak buruh dan mengkritisi berbagai kebijakan yang dinilai tidak sesuai prosedur, kini justru berakhir tragis. Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik bahwa ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan keberanian korban dalam mengungkap berbagai persoalan di lingkungan pelabuhan.
Koordinator Lapangan Gerakan Utara Bersatu, Juharto, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya sebagai peristiwa kriminal biasa.
“Ketika seseorang yang selama ini vokal mengkritik sistem tiba-tiba meninggal secara tragis, tentu publik berhak bertanya. Jangan sampai keberanian menyuarakan kebenaran justru dibalas dengan ancaman terhadap nyawa,” tegas Juharto.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas dan transparan setiap kemungkinan yang melatarbelakangi kematian aktivis buruh tersebut.
"Usut tuntas kasus ini, aparat kepolisian harus berani mengungkap kejadian tragis seperti ini, sudah banyak para aktivis yang akhirnya tewas karena aksi berutal seseorang oknum," pungkasnya.
(Wiet)


