-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Serangan Konvoi UNIFIL di Lebanon, Dua Prajurit TNI Gugur Saat Misi Perdamaian

    trawlmediaindonesia
    Selasa, 31 Maret 2026, 20:05 WIB Last Updated 2026-03-31T13:05:55Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Jumlah personel TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon kembali bertambah. Dua prajurit dilaporkan meninggal dunia setelah konvoi kendaraan pasukan penjaga perdamaian PBB diserang di wilayah selatan Lebanon, Senin (30/3/2026).


    Insiden tersebut menambah daftar korban dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Sehari sebelumnya, Minggu (29/3/2026), seorang prajurit TNI juga dilaporkan gugur akibat serangan terhadap posisi pasukan UNIFIL.


    Pihak UNIFIL menyampaikan bahwa serangan terbaru terjadi akibat ledakan yang menghantam kendaraan konvoi di sekitar Bani Hayyan. Ledakan tersebut menghancurkan kendaraan dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.


    "Dua penjaga perdamaian UNIFIL meninggal secara tragis di selatan Lebanon hari ini, ketika ledakan yang belum diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Satu personel lain terluka parah, dan satu personel lain mengalami cedera," demikian pernyataan UNIFIL.


    UNIFIL juga menegaskan bahwa kejadian ini merupakan serangan fatal kedua dalam waktu singkat dan menyoroti pentingnya perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.


    "Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan tidak boleh ada yang terbunuh ketika bertugas melayani perdamaian," lanjut pernyataan tersebut.


    Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean Pierre Lacroix, memastikan bahwa dua korban tewas dalam insiden terbaru tersebut merupakan personel asal Indonesia.


    "Pagi ini, dua penjaga keamanan dari Indonesia gugur dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka, di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur. Dua penjaga perdamaian lainnya terluka, salah satunya serius," kata Lacroix di New York, Senin waktu setempat.


    Serangan beruntun ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk personel TNI yang bertugas di wilayah konflik.


    (Red)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini