-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pramono Anung Resmikan Groundbreaking Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya

    trawlmediaindonesia
    Senin, 06 April 2026, 15:46 WIB Last Updated 2026-04-06T08:46:10Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memulai proyek revitalisasi dua pasar tradisional di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, yakni Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya, pada Senin (6/4/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui pembenahan infrastruktur pasar.


    Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi kinerja Perumda Pasar Jaya yang saat ini mengelola ratusan pasar di Jakarta. Ia menegaskan bahwa keberadaan pasar tradisional memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.


    “Saya menyetujui untuk beberapa pasar dilakukan revitalisasi, perbaikan... Karena saya tahu bahwa pasar bagi Jakarta itu mempunyai peran yang sangat strategis untuk berbagai kegiatan interaksi sosial, ekonomi, dan juga dalam banyak hal membawa ketentraman,” ujar Pramono Anung.


    Selain fokus pada pembangunan fisik, Pemprov DKI juga mendorong transformasi digital di pasar tradisional, khususnya dalam sistem pembayaran. Menurut Pramono, penggunaan metode pembayaran digital seperti QRIS terbukti mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus meminimalisir tindak kejahatan.


    “Cara pembayaran dengan digital yang telah kita lakukan... meningkatkan 47% transaksinya juga menjadi lebih baik. Dan yang paling penting dan paling utama adalah dengan QRIS digitalisasi itu akan secara signifikan juga mengurangi copet. Karena selama ini ya kalau mau copet kartu kan nggak bisa, yang dicopet ya pasti uang cash,” jelasnya.


    Untuk Pasar Kramat Jaya, revitalisasi dirancang menghadirkan fasilitas yang lebih luas dan modern. Dengan luas area sekitar 2.600 meter persegi, pasar tersebut diharapkan mampu menampung lebih banyak pedagang sekaligus menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.


    “Akan dibangun sebuah pasar baru, mudah-mudahan ini akan memberikan ruang bagi masyarakat terutama yang ada di Jakarta Utara karena Kramat Jaya ini 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya,” tambahnya.


    Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan resmi dimulainya proyek revitalisasi kedua pasar tersebut. Pramono berharap proyek ini dapat menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat bawah.


    “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini tanggal 6 April tahun 2026, groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya secara resmi dimulai,” ujarnya.


    (Ytn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini