-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bos Kotak Hitam Wajib Terbuka: Konvensi ILO 193 Paksa Platform Transparan dan Libatkan Manusia

    trawlmediaindonesia
    Sabtu, 13 Juni 2026, 11:48 WIB Last Updated 2026-06-13T04:48:31Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jenewa, Swiss – United Nations Hall bergemuruh tepuk tangan. Colin Jordan , Ketua Sidang ILC 114 Perwakilan Pemerintah Swiss , menutup konferensi 2 minggu dengan pernyataan bersejarah: ILO resmi punya konvensi pertama di dunia yang khusus mengatur dampak digitalisasi dan platform terhadap dunia kerja .


    "Saya secara pribadi percaya bahwa komite kita telah membuat sejarah. Untuk pertama kalinya, struktur tripartit yang unik dari ILO telah berunding dan menghasilkan sebuah konvensi yang secara khusus membahas dampak digitalisasi terhadap dunia kerja," kata Colin di Closing Ceremony, Jumat (12/6/2026).


    Dari Reruntuhan 2022 ke Panggung Sejarah 2026 Colin membuka pidato dengan kejujuran. Ia pernah memimpin Komite Ahli Tripartit 2022 dengan topik sama, tapi berakhir tanpa hasil. Keraguan sempat menyelimuti ILC 114.  


    "Saya tahu bagi sebagian peserta, pengalaman itu menimbulkan kekhawatiran apakah kita akan menghadapi hasil serupa tahun ini. Tapi sejak awal diskusi konferensi ini, saya tidak pernah meragukan bahwa kita akan mampu menghasilkan sesuatu. karena saya percaya pada lembaga ini, pada sifat tripartitnya, dan pada tekad para konstituennya untuk bangkit ketika paling dibutuhkan," ungkapnya .


    Dan keyakinan itu terbukti pemerintah, pengusaha, pekerja bertarung argumen soal fleksibilitas, formalisasi, upah, K3, hingga algoritma. Ada frustrasi, kompromi sulit, kemajuan lambat , tapi dialog tetap menang.


    Kita Tidak Mengecewakan Jutaan Pekerja Platform


    Beban moral paling berat, kata Colin, adalah jutaan pekerja dan pengusaha platform yang menunggu.

      

    "Sepanjang diskusi kita, kita menyadari bahwa jutaan telinga dan mata tertuju pada kita. Para pekerja dan pengusaha menunggu hasil dari hari-hari deliberasi yang intens ini. Kita tidak boleh mengecewakan mereka. Dan kita tidak mengecewakan mereka," jelasnya.


    Yang paling ia banggakan bukan hasil akhir, tapi prosesnya: para delegasi mau mendengar pandangan berseberangan.  


    "Yang paling mengesankan bagi saya bukan bahwa kita selalu setuju, kita tidak selalu setuju. Yang mengesankan saya adalah bahwa kita saling mendengarkan. Di dunia yang semakin ditandai oleh polarisasi, nilai-nilai kita yang didasarkan pada dialog sosial tidak boleh dianggap remeh," sebut dia .


    Pesan untuk Anak Muda: "I'm in Love with My Future". Momen paling viral saat Colin mengutip lirik lagu Cause I am in love with my future yang artinya "karena aku jatuh cinta pada masa depanku".


    "Saya mengutip kalimat itu dengan sengaja, bukan karena standar internasional dapat disamakan dengan musik populer, tetapi karena ekonomi platform sebagian besar merupakan fenomena yang dibentuk oleh jutaan anak muda . Mereka peduli apakah lembaga-lembaga yang mewakili mereka mampu menjawab realitas yang mereka hadapi."kata nya .


    Ia juga beri apresiasi khusus ke Wakil Ketua Eva Sarah Fiesta dan Amanda Brown  yang memandu diskusi alot, serta tim sekretariat, penerjemah, teknisi yang bekerja di balik layar .


    Gelas Setengah Penuh, Fondasi Sudah Diletak


    Colin sadar banyak yang mau hasil lebih jauh. Tapi ia ajak dunia melihat sisi positif:  


    "Banyak dari kita tentu menginginkan kemajuan lebih jauh, tetapi mengingat kompleksitas persoalan , saya percaya kita tidak boleh melihat gelas itu sebagai setengah kosong, melainkan sebagai setengah penuh. Kita telah meletakkan fondasi penting. Kita telah menunjukkan bahwa dialog tripartit dapat menjawab bahkan tantangan terbaru dan paling kompleks yang muncul dalam dunia kerja saat ini." Jelas Colin .


    Konvensi 193 kini jadi "peta jalan" untuk 180+ negara anggota ILO. Ojol, kurir, freelancer, dan jutaan pekerja digital lain akhirnya punya payung hukum internasional melawan "bos algoritma".


    Geneva 2026 menutup sidang dengan pesan: di tengah dunia yang berisik, dialog masih jadi senjata paling ampuh.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini