-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Delegasi Tripartit Indonesia Kompak Jaga Harmoni Hubungan Industrial

    trawlmediaindonesia
    Selasa, 09 Juni 2026, 21:06 WIB Last Updated 2026-06-09T14:06:24Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jenewa, Swiss – Setelah maraton sidang pleno International Labour Conference ILC Session 114, delegasi tripartit Indonesia melanjutkan agenda dengan silaturahmi dan ramah tamah. Kegiatan berlangsung Senin  8/6/2026 pukul 18.00-20.00 waktu Jenewa, jadi momentum menguatkan komunikasi dan soliditas unsur pemerintah, pekerja, pengusaha.


    Acara dihadiri 132 delegasi. Rinciannya: 15 orang dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, 7 orang PTRI Jenewa, 3 orang Kementerian Luar Negeri RI, 1 orang Kementerian PPN/Bappenas, 1 orang Dewan Jaminan Sosial Nasional DJSN, 9 orang BPJS Ketenagakerjaan, 2 orang BPJS Kesehatan, 78 delegasi pekerja, dan 16 delegasi pengusaha.


    Sinergi Tripartit Jadi Kunci Hadapi Dinamika Global


    Acara dibuka Indah Anggoro Putri, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kemenaker RI. Ia menekankan pentingnya sinergi tripartit Indonesia untuk menyikapi dinamika ketenagakerjaan global sekaligus memperkuat posisi RI di forum internasional.


    Sidarto R. Suryodipuro, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, menyampaikan apresiasi. 


    “Selamat datang di Jenewa. Saya berharap seluruh delegasi terus menjaga nama baik Indonesia, menunjukkan profesionalisme, serta memperkuat citra positif bangsa di berbagai forum internasional,”ujar Sidarto.


    Pesan dari Ketua Delegasi Pekerja dan  Pengusaha


    Ketua Delegasi Pekerja Johanes Dartha Pakpahan menegaskan semangat kebersamaan ILC tidak boleh berhenti di Jenewa. 


    “Silaturahmi dan komunikasi baik antara pemerintah, pekerja, pengusaha harus terus berlanjut saat kembali ke Indonesia. Dialog sosial yang kuat adalah kunci lahirnya kebijakan yang tingkatkan kesejahteraan buruh dan ciptakan hubungan industrial harmonis,” tegas Dartha.


    Senada, Ketua Delegasi Pengusaha Bob Azam bilang pengusaha dan serikat pekerja adalah mitra strategis dengan tujuan sama. 


    “Kita harus jaga kondusivitas industri. Tujuannya memajukan perusahaan, naikkan produktivitas, dan akhirnya sejahterakan pekerja,” ujar Bob Azam.


    Arahan Menaker Yassierli: Kolaborasi untuk Industri Maju


    Puncak acara diisi arahan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli. Ia mengajak seluruh unsur tripartit menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan dunia kerja yang kompleks.


    “Kebersamaan tripartit harus terus dijaga. Jika hubungan industrial harmonis, industri maju, investasi berkembang, pekerja sejahtera. Semangat kolaborasi ini yang harus kita bangun, baik di forum internasional maupun di Indonesia,” tegas Menaker Yassierli.


    Suara Delegasi Banten: Kolaborasi Harus Beri Manfaat Nyata


    H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn dari KSPSI Jumhur Hidayat sekaligus Sekjen DPD KSPSI Banten, Ketua DPD FSP LEM SPSI Banten, dan dosen Unpam Serang, berharap semangat ILC diwujudkan dalam praktik hubungan industrial nasional.


    “Kolaborasi tripartit harus jadi solusi persoalan ketenagakerjaan. Pemerintah, pekerja, pengusaha punya peran seimbang untuk wujudkan kesejahteraan pekerja sekaligus jaga keberlangsungan usaha. Prinsipnya: selesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya.


    Menurut Dewa, pekerja dan pengusaha adalah mitra strategis pembangunan ekonomi. Pekerja perlu naikkan produktivitas, perusahaan harus tingkatkan kesejahteraan pekerja melampaui hak normatif lewat program berkelanjutan.


    “Jika perusahaan berkembang, pekerja sejahtera, pemerintah hadirkan regulasi berkeadilan, maka hubungan industrial harmonis jadi kekuatan besar kemajuan bangsa,” pungkasnya.


    Dengan semangat “Merah Putih di Dada, Indonesia di Hati”, silaturahmi ini membuktikan perbedaan peran tak menghalangi kerja sama erat. Sekaligus menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia punya tradisi dialog sosial tripartit yang kuat sebagai fondasi pembangunan ketenagakerjaan.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini