-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Gerakan Pilah Sampah Menguat, Tiga RW di Rawa Badak Utara Terima Bantuan Drop Point Organik

    trawlmediaindonesia
    Rabu, 10 Juni 2026, 17:47 WIB Last Updated 2026-06-10T10:48:06Z


    Trawlmediaindonesia.id 

    Jakarta – Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan terus diperkuat di Kelurahan Rawa Badak Utara. Sebanyak tiga Rukun Warga (RW) menerima bantuan unit tong drop point sampah organik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diserahkan di Jalan Pembangunan I, RT 08/03, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber kepada masyarakat.


    Lurah Rawa Badak Utara, Ester Laura Kartini, menjelaskan bantuan diberikan kepada RW 03, RW 08, dan RW 09 yang berada di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Masing-masing RW memperoleh tiga unit tong drop point sampah organik sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Menurut Ester, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta partisipasi warga dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.


    “Setiap RW menerima tiga unit tong drop point yang diharapkan dapat memudahkan warga dalam memilah dan mengumpulkan sampah organik,” tambahnya.

    Selain penyerahan bantuan, warga juga mendapatkan edukasi mengenai teknik pemilahan dan pengolahan sampah yang tepat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.


    “Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Jika sampah organik dipilah dan diolah dengan baik, maka beban pengangkutan sampah dapat berkurang secara signifikan,” ungkapnya.

    Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya budaya memilah sampah di lingkungan warga. Ke depan, pihak kelurahan juga akan terus mengupayakan penambahan sarana dan prasarana pendukung agar program pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.


    “Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua RW 03, Suheli, menyambut baik bantuan yang diberikan. Menurutnya, sampah organik masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah rumah tangga di wilayahnya sehingga keberadaan drop point sangat membantu upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif.


    “Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Keberadaan drop point sampah organik akan semakin memudahkan warga untuk memilah sampah sejak dari rumah. Kami juga akan terus menggalakkan edukasi kepada warga di tingkat RT agar gerakan ini menjadi kebiasaan sehari-hari,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini