-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemkot Bekasi, DPRD dan Tokoh Bantargebang Pelajari Teknologi PLTSa di China

    trawlmediaindonesia
    Jumat, 26 Juni 2026, 10:57 WIB Last Updated 2026-06-26T03:57:37Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China, pada Jumat (26/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.


    Rombongan dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan diikuti Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, pimpinan serta anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih, serta tokoh masyarakat Bantargebang, H. Anton. Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat transparansi sekaligus membangun pemahaman bersama terhadap proyek strategis tersebut.


    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melihat secara langsung sistem pengolahan sampah menjadi energi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi hingga menghasilkan listrik.


    "Kami ingin seluruh proses pembangunan PSEL berjalan secara transparan dan dipahami bersama oleh seluruh pihak. Dengan melihat secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai manfaat, standar operasional, serta aspek lingkungan yang diterapkan," ujar Kiswatiningsih.


    Ia menambahkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan menjelang dimulainya pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat.


    Kiswatiningsih juga memastikan seluruh biaya kunjungan ditanggung oleh Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP), sehingga tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.


    "Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP, sehingga tidak membebani keuangan daerah," jelasnya.


    Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan langkah besar dalam mengubah wajah Bantargebang. Menurutnya, kawasan yang selama ini identik dengan tempat pembuangan sampah diharapkan bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.


    "Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," kata Tri Adhianto.


    Selain pembangunan PSEL, Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong pengembangan industri berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) hasil proses pengolahan sampah menjadi energi. Material tersebut direncanakan dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk konstruksi bernilai tambah.


    Menurut Tri, pengembangan industri FABA diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memperkuat terbentuknya kawasan industri hijau yang terintegrasi di Bantargebang.


    "Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar," ungkapnya.


    Pemkot Bekasi berharap pembangunan PSEL beserta industri pendukungnya dapat menjadi contoh transformasi kawasan berbasis lingkungan yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.


    "Dulu orang mengenal Bantargebang karena gunungan sampahnya. Ke depan, kami ingin Bantargebang dikenal sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan modern, tempat lahirnya energi bersih, inovasi teknologi, dan pusat pertumbuhan ekonomi hijau di Kota Bekasi," tutup Tri.


    Pemerintah Kota Bekasi menargetkan proses groundbreaking proyek PSEL dapat dimulai pada awal Juli 2026. Peresmian pembangunan tersebut direncanakan akan dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto.


    (Red)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini