-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPC GCP Tangsel Sukses Gelar Konsolidasi: Tegaskan Setia Sampai Akhir, Kawal Program Strategis, dan Lestarikan Budaya Debus

    trawlmediaindonesia
    Minggu, 19 Juli 2026, 18:36 WIB Last Updated 2026-07-19T11:36:28Z

    trawlmediaindonesia.id

    TANGERANG SELATAN – Relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) terus merapatkan barisan guna mengawal jalannya roda pemerintahan. Setelah sukses di Jawa Barat, GCP menggelar konsolidasi kedua yang bertempat di Sekretariat DPC GCP kota Tangerang Selatan,jl.Pinan Jaya RT.001 RW.018 kelurahan Pamulang Timur,Tangerang Selatan (Tangsel).Minggu (19/07/2026)


    Acara yang mengusung semangat swadaya ini menjadi momentum penting bagi para relawan untuk menegaskan komitmen kesetiaan tanpa syarat kepada Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mempersiapkan agenda besar berskala nasional.


    Apel Akbar Nasional dan Pengawasan Program MBG


    Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, dalam sambutannya mengapresiasi militansi pengurus dan relawan di Banten, khususnya Tangerang Selatan, yang tetap konsisten bergerak meskipun dengan segala keterbatasan.


    Dalam kesempatan tersebut, H. Kurniawan mengumumkan rencana besar organisasi, yakni penyelenggaraan Apel Akbar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2026 di Sukabumi, Jawa Barat. Agenda ini ditargetkan dihadiri oleh 1.500 hingga 2.000 perwakilan DPD dari seluruh Indonesia.


    "Saya perintahkan langsung kepada Sekjen Gerakan Cinta Prabowo untuk segera membuat undangan, yang insya Allah Pak Prabowo hadir. Apel Akbar ini menjadi jawaban atas isu-isu nasional yang belakangan secara masif digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak suka kepada Pak Prabowo," tegas H. Kurniawan.


    Selain konsolidasi internal, GCP juga akan mengambil peran konkret di masyarakat dengan menerbitkan surat tugas khusus bagi pengurus DPC dan DPD di seluruh Indonesia guna memonitor langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan agar tepat sasaran.


    Kupas Tuntas Ancaman Oligarki dan Peran PT Danantara


    Suasana konsolidasi semakin berbobot dengan pemaparan ideologis dari Laksamana Pertama (Purn.) Rusmana. Ia membedah peta tantangan ekonomi politik Indonesia, terutama ancaman dari kelompok oligarki nakal yang belum sepenuhnya mendukung sistem pemerintahan demokratis saat ini.


    Rusmana menyoroti pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia pada 20 Mei 2026 sebagai tonggak sejarah kembalinya perekonomian nasional pada khittah Pasal 33 UUD 1945 yang berbasis kerakyatan. Kebijakan ini, ditambah kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan penetapan bursa domestik seperti bursa CPO Indonesia per 1 Juli, diakui berhasil memicu turbulensi bagi mafia komoditas global.


    Ia juga memetakan tiga tingkatan (tier) oligarki yang wajib diwaspadai:


    Tier 1 (Oligarki Lokal & Global): Pihak yang menguasai infrastruktur perizinan serta mengekspor bahan mentah semurah-murahnya demi keuntungan pribadi tanpa memedulikan pajak negara.


    Tier 2 (Middleman): Kelompok penyelundup kebijakan yang memanfaatkan jaringan oknum birokrat untuk melakukan manipulasi keuangan internasional (praktik tukar dompet).


    Tier 3 (Pion Lapangan): Oknum-oknum yang dibayar untuk memfitnah dan menggiring opini negatif di masyarakat demi merusak legitimasi pemerintah.

    Dukungan Penuh Sumber Daya dari Indonesia Timur


    Komitmen menjaga kedaulatan NKRI juga disuarakan oleh Panglima Adat Kerajaan Buton, Sulawesi Tenggara, Laode Muhammad Jailani. Ia menyatakan bahwa masyarakat adat di Indonesia Timur siap menyumbang devisa dan aset terbesar bagi pergerakan GCP dalam mengawal kepemimpinan nasional.


    Laode memaparkan bahwa Sulawesi Tenggara dianugerahi kekayaan alam melimpah yang kini menjadi primadona dunia, mulai dari sektor kehutanan, perkebunan, perikanan, potensi emas, hingga kandungan aspal dan nikel terbaik global.


    "Dengan keberkahan serta persatuan di Gerakan Cinta Prabowo, kita berkomitmen menyumbang aset terbaik kita dari daerah untuk menjaga kedaulatan bangsa bersama Bapak Prabowo yang kita cintai," ungkap Laode.


    Sebagai tuan rumah, DPC GCP Tangerang Selatan memberikan penghormatan kepada para tamu undangan dan jajaran pengurus pusat dengan menyerahkan cinderamata khusus sebagai simbol keharmonisan dan soliditas organisasi di tingkat akar rumput.


    Sejalan dengan tema acara "Gerakan Kembali ke Desa", jajaran pengurus pusat dan daerah bersama-sama melakukan prosesi simbolis penyiraman bibit tanaman. Aksi ini melambangkan komitmen GCP dalam mendorong ketahanan pangan mandiri, perbaikan gizi, serta pelestarian lingkungan yang dimulai dari wilayah pedesaan.


    Kemeriahan acara ditutup dengan penampilan memukau dari Sanggar Seni Budaya Langlang Buana yang menyuguhkan atraksi Debus, kesenian bela diri tradisional khas Banten yang menampilkan ketahanan fisik dan kekebalan tubuh. Penampilan yang sarat nilai budaya ini mendapat apresiasi luar biasa dari para hadirin.


    Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian budaya lokal, Ketua Umum GCP H. Kurniawan menyerahkan dana pembinaan sebesar Rp.3 juta kepada Sanggar Langlang Buana, diikuti dengan pemberian uang saku secara bergotong-royong bagi seluruh relawan yang hadir.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini