-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    8 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub: Keselamatan Prioritas

    trawlmediaindonesia
    Senin, 07 September 2026, 12:52 WIB Last Updated 2026-09-07T05:52:52Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali memperpanjang penutupan sementara delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).


    Sejumlah bandara yang masuk dalam daftar terdampak di antaranya Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Husein Sastranegara. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah kondisi cuaca dan arah angin yang dinamis.


    Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, operasional delapan bandara tersebut baru akan kembali dibuka setelah kondisi dinyatakan aman berdasarkan hasil pemantauan dan informasi dari pihak terkait.


    Menurut Dudy, penutupan sementara diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB. Khusus Bandara Soekarno-Hatta, penutupan mengacu pada NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.


    "Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu malam (6/9/2026).


    Ia menjelaskan, perubahan arah angin pada berbagai lapisan ketinggian menjadi salah satu faktor yang membuat penyebaran abu vulkanik sulit dipastikan.


    "Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan," katanya.


    Kemenhub bersama pihak terkait hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau serta pergerakan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.


    Pemantauan juga dilakukan dengan metode paper test yang dilaksanakan setiap 30 menit di seluruh bandara terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik, apakah semakin meluas atau justru mulai berkurang.


    Dudy menegaskan, apabila kondisi sudah kembali normal dan bandara dinyatakan aman untuk beroperasi, pesawat yang akan digunakan maskapai juga harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.


    "Biasanya semua airlines sudah menyiapkan. Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya," ungkapnya.


    Menurut dia, pemeriksaan terhadap pesawat menjadi hal penting karena abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat apabila masuk ke dalam sistem mesin.


    "Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin. Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan," tutur Dudy.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini