-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kualitas Material Diragukan, Proyek Beton Paket 12 di Teluk Pucung Dinilai Sangat Encer dan di Bawah Standar

    trawlmediaindonesia
    Minggu, 25 Oktober 2026, 16:33 WIB Last Updated 2026-10-25T09:34:21Z

     


    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Kinerja PT. Chels Johands Konstruksi selaku pelaksana proyek betonisasi jalan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 Kota Bekasi, kembali menuai sorotan tajam masyarakat. Proyek yang dikelola Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi ini bernama Konsolidasi Pembangunan Jalan Paket-12, dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp952.258.894, Nomor Surat Perjanjian: 620.01/10.0059.1.012/SP/DBMSDA-BM/2026/67185789.

     

    Salah satu lokasi pekerjaan berada di lingkungan RT 002/RW 020, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, dengan anggaran sebesar Rp114.686.894.

     

    Berdasarkan pemantauan awak media di lokasi, pada hari pertama pengecoran ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi. Saat diukur, ketebalan beton hanya berkisar 4 cm, waktu diukur bersama tim dengan di colok menggunakan alat kayu kecil, padahal standar ketebalan yang ditetapkan minimal 10 cm. Bahkan papan bekisting saja tingginya hanya 8 cm menurut pa soni Belum lama dikerjakan, permukaan jalan sudah terlihat retak-retak di seluruh bagian jalan,menunjukkan ketebelan beton hanya berkisar 6 hingga 7- 8 sentimeter

     

    Kualitas adukan beton pun dinilai sangat di bawah standar. Adukan terlihat terlalu encer, dan kini permukaan jalan sudah retak-retak di sepanjang jalan yang dikerjakan.

     

    Warga Berharap Pihak Terkait Bertindak

     

    Pak Soni, warga setempat, menyampaikan kekecewaannya. "Ini tidak sampai 10 cm, papan bekisting saja 8 cm. Makanya di semua bagian jalan pada retak semua," ujarnya kepada tim Trawlmediaindonesia.id, Minggu (25/10/2026).

     

    Senada disampaikan Pak Rakim, "Di depan rumah saya ini sangat parah, semua bagian pada retak-retak," katanya.

     

    Pemerhati Infrastruktur: Diduga Ada Pengurangan Material

     

    Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, James Selvin Simarjuntak dari Laskar Merah Putih, menilai pola kerja kontraktor ini merugikan masyarakat dan diduga hanya berorientasi pada keuntungan semata.

     

    "Ada beberapa item spesifikasi yang diduga tidak sesuai. Contohnya, plastik sheet pengecoran tidak terpasang secara menyeluruh, padahal berfungsi menahan air semen agar tidak merembes keluar," jelas James.

     

    Mengenai kualitas agregat, James mengkhawatirkan hal tersebut menjadi penyebab utama keretakan. Komposisi yang tidak memenuhi standar  seperti kurangnya batu pecah atau kerikil  akan menurunkan kualitas dan daya tahan jalan secara signifikan.

     

    "Sangat terlihat adanya pengurangan bahan material beton yang dikerjakan kontraktor," tegasnya.

     

    Hal ini, kata James, berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

     

    "Tidak menutup kemungkinan adanya indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut. Oleh karena itu, saya berharap Inspektorat selaku auditor internal Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan audit menyeluruh terhadap pembiayaan material pekerjaan ini sebelum DBMSDA melakukan pembayaran kepada kontraktor," pungkas James Selvin Simarjuntak.

     

     (Spn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini