-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Proyek jalan paket- 23 di Mustikajaya Langgar Spesifikasi Teknis, Inspektorat Diminta Audit

    trawlmediaindonesia
    Selasa, 20 Oktober 2026, 15:14 WIB Last Updated 2026-10-20T08:24:16Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi (KM) – Proyek betonisasi jalan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kota Bekasi, yang berjudul. Konsolidasi Pembangunan Jalan Paket- 23 dikerjakan oleh PT.saroha nauli cemerlang, di beberapa titik pekerjaan, menuai sorotan keras sehingga menimbulkan pertanyaan publik.


    Pasalnya, pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, adapun salah satu pekerjaan dari kegiatan konsolidasi paket 23 yaitu, berlokasi di Perumahan jalan kenangan raya, 2 sampai Alamanda 5 RT. 01/ rw 023 Kelurahan cimuning Kecamatan mustika jaya yang menghabiskan anggaran RP.178.652.430.


    Ketika saat awak media monitoring dilokasi pekerjaan, parahnya lagi,  kondisi yang tidak memakai papan bagesting ditemukan hanya 6 cm waktu diukur dengan di colok menggunakan kayu kecil dan di ukur menggunakan alat meteran.


    Tak hanya itu saja, untuk plastik sheet cor kurang memadai,jalan masih banyak  rumput , dan penggunaan gelaran agregat lapisan pondasi atas bercampur puing.


    Atas temuan itu, awak media mencoba untuk mempertanyakan hal tersebut ke pengawas konsultan yang bernama Asnan bekas bokaran puwing puwing dirinya, sudah melakukan peneguran ke pada mandor yang bernama Karso dan konsultan tidak di agep dan terus di cor terus sampai beton datang sudah ada peneguran,”


    Dari keterangan surat jalan pengiriman muatan material beton (Molen admixture) sampai dilokasi pekerjaan, hasil pemesanan hari ini kata teknis yang bernama arie kumulatif 77 kubik.


    Terpisah, Pemerhati Pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, James Selvin simarjuntak dari laskar merah putih menilai, pola permainan kontraktor dinilai merugikan masyarakat, dan hanya untuk mencari keuntungan yang lebih besar.


    “Karena, ada beberapa item spesifikasi yang diduga tidak sesuai. Contohnya seperti plastik sheet terpasang tidak full, padahal pengunaan plastik pengecoran jalan mempunyai fungsi sebagai lantai kerja cor beton untuk menahan resapan obat beton, agar menahan air semen tidak keluar merembes,” jelas James Selvin simarjuntak kepada tim trawlmediaindonesia.id Selasa (20/10/2026)


    Soal agregat puing, lebih lanjut James Selvin simarjuntak dari laskar merah putih. dikuatirkan akan menyebabkan keretakan, atau menyalahi aturan teknis konstruksi dan berisiko menurunkan kualitas jalan secara signifikan. Karena puing tidak memiliki kepadatan dan komposisi standar seperti batu pecah (split) atau kerikil.


    Terkait penggunaan sangat jelas ada pengurangan bahan material beton yang dikerjakan kontraktor,”ungkapnya.


    Dirinya menilai, hal ini berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara. 


    “Hal ini berpotensi melanggar prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Tidak menutup kemungkinan pula adanya indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut,” ujarnya.


    Maka dari itu, ia berharap Inspektorat selaku tim auditor internal Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan audit pembiayaan material pekerjaan ini sebelum dilakukan pembayaran oleh DBMSDA Kepada penyedia/kontraktor pelaksana, guna mengantisipasi kerugian masyarakat dan keuangan daerah Kota Bekasi.


    "Oleh karena itu, saya berharap Inspektorat selaku auditor internal Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan audit terhadap pembiayaan material pekerjaan ini sebelum DBMSDA melakukan pembayaran kepada penyedia atau kontraktor pelaksana. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kerugian masyarakat maupun keuangan daerah Kota Bekasi,” pungkasnya.


    (Spn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini