-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wagub Konferensi Pers resmi peluncuran Program Namu Balai Kota

    trawlmediaindonesia
    Sabtu, 17 Oktober 2026, 18:34 WIB Last Updated 2026-10-17T11:34:32Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Warga Jakarta kini bisa mengurus paspor hingga memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) melalui layanan yang dihadirkan dalam program Namu Balai Kota.

    Program Pemprov DKI Jakarta ini membuka akses ke sejumlah layanan publik di kompleks Balai Kota, sekaligus menghadirkan tur gedung dan kegiatan bagi masyarakat.


    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan fasilitas pemerintah kepada masyarakat.



    Warga dapat mengakses layanan imigrasi untuk pengurusan paspor, Samsat untuk berbagai keperluan administrasi kendaraan, hingga layanan perizinan dan perbankan.


    "Di sini ada imigrasi, bisa bikin paspor. Tadi bahkan ada teman kita dari Sumatera Utara, KTP-nya Medan, dia bikin paspor di sini, karena kan imigrasi di mana-mana sudah online," kata Rano dalam konferensi pers usai peluncuran Program Namu Balai Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).


    Selain layanan paspor, tersedia layanan SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan Samsat Keliling dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Warga juga bisa mengakses layanan perizinan berusaha dan membuka rekening Bank Jakarta.


    Rano mengatakan Namu Balai Kota direncanakan berlangsung setiap dua pekan sekali sepanjang 2026. Pelaksanaannya akan dievaluasi untuk melihat kekurangan dan kemungkinan perubahan jadwal pada tahun berikutnya.


    "Yang pasti kita evaluasi apa kekurangannya. Tapi saya bersyukur, bukan hanya Balai Kota, tapi semua instansi terlibat," ujarnya.


    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan Namu Balai Kota dirancang agar kompleks Balai Kota dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pada akhir pekan ketika sejumlah ruang biasanya tidak digunakan.


    "Namu Balai Kota ini merupakan membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi warga untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta," tutur Marulina.


    (Tto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini