-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tinjau Proyek Jalan dan Drainase, Fokus Atasi Banjir

    trawlmediaindonesia
    Sabtu, 24 Oktober 2026, 12:13 WIB Last Updated 2026-10-24T05:13:10Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau sejumlah proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta saluran air dengan mengendarai sepeda motor bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.


    Pemantauan dimulai dari Kali Harun, Kecamatan Pondok Melati, kemudian berlanjut ke sejumlah titik, di antaranya Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jalan Anugerah, Jalan Raya Caman, Jalan Muchtar Tabrani, hingga kawasan Pondok Gede dan sekitarnya.


    Dalam kunjungannya ke Kali Harun, Tri mengungkapkan bahwa penanganan sungai masih terkendala persoalan pembebasan lahan. Terdapat empat rumah bersertifikat yang berada di area yang dibutuhkan untuk pekerjaan normalisasi sungai. Pemerintah Kota Bekasi pun berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan status kepemilikan lahan tersebut.


    “Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita menargetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter,” jelas Tri Adhianto, Jumat (23/10/2026).


    Selain Kali Harun, perbaikan Jalan Raya Hankam turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Peningkatan kualitas jalan di ruas tersebut direncanakan untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas.


    Penanganan Banjir Jadi Prioritas


    Upaya mengurangi risiko banjir juga dilakukan di kawasan Gamprit. Pemerintah Kota Bekasi telah mengerjakan saluran air di Kalisunter sepanjang sekitar 300 meter dan menargetkan penambahan pekerjaan sepanjang 900 meter pada tahun ini.


    Sementara di kawasan Jatiwaringin, khususnya di sekitar Kampus As-Syafi’iyah dan Universitas Krisnadwipayana (Unkris), masih dibutuhkan perbaikan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter. Pekerjaan tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran aliran air menuju Kali Cakung sehingga genangan yang kerap muncul ketika hujan dapat dikurangi.


    Tri juga meninjau Jalan Anugerah yang menghubungkan Jatiwaringin dengan Jatibening Baru. Ruas jalan tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Mengingat lokasinya berada di kawasan lereng jalan tol, proses pengerjaan harus dilakukan secara cermat.


    Ia turut meminta agar kerusakan jalan dan lubang di sejumlah titik segera ditangani untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.


    Persoalan penyempitan saluran air juga ditemukan di kawasan Simpang Lima, Jalan Raya Caman, Jatibening Permai RW 11. Kondisi tersebut dinilai menghambat aliran air sehingga membutuhkan penanganan melalui pelebaran saluran.


    Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan long storage atau tempat penampungan air di kawasan persilangan jalan tol. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air dan mengurangi genangan yang berdampak pada warga Jatibening Permai, PGP, dan kawasan sekitarnya.


    Jalan Muchtar Tabrani Akan Ditata


    Di Jalan Muchtar Tabrani, Pemerintah Kota Bekasi merencanakan penataan jalan menjadi dua arah. Rencana tersebut akan disertai pembebasan lahan dan penataan saluran air di bagian tengah jalan.


    Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memperbaiki fungsi drainase di kawasan tersebut.


    Dalam kesempatan itu, Tri meminta masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan yang sedang berjalan. Ia juga mengimbau warga untuk bersabar apabila pekerjaan infrastruktur menimbulkan antrean atau hambatan lalu lintas sementara.


    Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan disarankan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan.


    Tri turut mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan saluran air. Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan karena tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan potensi banjir.


    “Pembangunan infrastruktur ini membutuhkan dukungan semua pihak. Selain perbaikan fisik, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sungai dan saluran air juga penting agar fungsi drainase tetap optimal,” demikian pesan yang ditekankan dalam peninjauan tersebut.


    Selain sejumlah titik tersebut, pemantauan bersama tim BMSDA juga mencakup Taman Bawah Becakayu Kalimalang, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bojongrangkong, Saluran Kemangsari, saluran di Jalan Jatiwaringin beserta lanjutannya, pedestrian Pondok Gede, Jalan Kodau–Kecapi, serta Jalan Pekayon-Pondok Gede.


    Melalui peninjauan langsung tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berupaya memastikan penanganan jalan dan saluran air berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini