-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Hadir di Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan, Wamen HAM: Dulu Diburu, Kini Buruh Jadi Mitra Pemerintah

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 12 Februari 2026, 19:47 WIB Last Updated 2026-02-12T12:57:07Z

     


    Trawlmediaindonesia.id
    Jakarta – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto menghadiri acara bertajuk “Deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia” yang digelar oleh Sekretariat Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) Bersatu di Jakarta Utara, Kamis (12/2/2026).



    Dalam sambutannya di hadapan para serikat buruh pelabuhan, Mugiyanto mengaku memiliki kedekatan emosional dengan gerakan buruh. Ia bahkan menyebut momen tersebut seperti membawa dirinya kembali ke masa perjuangan puluhan tahun lalu.



    “Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang mengundang kami dari Kementerian Hak Asasi Manusia. Ini kesempatan yang luar biasa, ini seperti saya apa bahasanya dejavu, seperti saya kembali lagi kepada ya mungkin hampir 30 tahun yang lalu, 25 tahun yang lalu ketika saya bersama-sama dengan para buruh berjuang pada masa itu, masa Orde Baru. Jadi saya sangat bersemangat, sangat antusias bersama dengan bapak ibu dan kawan-kawan sekalian,” ujar Mugiyanto.



    Ia pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk meneriakkan yel-yel perjuangan buruh. Seruan “Hidup Buruh!” yang diteriakkannya disambut gemuruh oleh anggota serikat buruh dan pekerja yang memadati lokasi acara.



    Lebih lanjut, Mugiyanto menilai bahwa dalam pemerintahan saat ini, gerakan buruh mendapatkan perhatian dan pengakuan yang lebih besar dari negara.



    “Saya pikir pada pemerintahan hari ini, para buruh, gerakan buruh mendapatkan privilege (hak istimewa) yang luar biasa dari pemerintah. Apa privilegenya? Ya privilegenya adalah pada bulan Mei yang lalu 2025 tanggal 1 Mei, dalam peringatan Hari Buruh di Monas, mungkin untuk yang pertama kalinya Presiden Republik Indonesia Prabowo hadir di peringatan Hari Buruh 1 Mei. Saya pikir ini salah satu pencapaian, ini bentuk rekognisi, bentuk pengakuan pemerintah atas kaum buruh Indonesia,” katanya.



    Menurutnya, kehadiran presiden dalam peringatan Hari Buruh merupakan pengakuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pergerakan buruh di Indonesia.



    “Ini pengakuan luar biasa, mengapa? Karena sebelumnya tidak pernah terjadi. Saya masih ingat tahun 1995, itu untuk yang pertama kalinya sejak masa Orde Lama dulu, Hari Buruh 1 Mei diperingati di Semarang waktu itu dan apa yang terjadi? Kita semua dihajar tentara, kita dihajar, kita diburu, beberapa ditangkap, beberapa luka-luka. Itu 1 Mei 1995, saya berada di sana pada waktu itu,” ungkapnya.



    Ia menambahkan bahwa pada masa itu gerakan buruh kerap dipandang sebagai ancaman bagi negara. Namun kini, menurutnya, situasi telah berubah secara signifikan.



    “Jadi gerakan buruh dianggap sebagai gerakan yang membahayakan pemerintah, gerakan buruh adalah musuh dan ancaman negara pada waktu itu. Tetapi situasi sangat berubah dan pada saat ini buruh adalah mitra pemerintah,” tegas Mugiyanto.



    Acara deklarasi tersebut menjadi momentum konsolidasi bagi para buruh pelabuhan sekaligus penegasan posisi mereka sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini