-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    FSP BUMN Bersatu: Kami Dukung Kejagung Usut Korupsi Pertamina

    trawlmediaindonesia
    Jumat, 06 Februari 2026, 10:44 WIB Last Updated 2026-02-06T03:44:48Z


    TRAWLMEDIAINDONESIA.ID


    Jakarta - Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu menyambut gembira pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memilih Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memanggil pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lama jika terjadi dugaan pelanggaran hukum.


    Sekjen Federasi Serikat Pekerjaan BUMN Bersatu " Gatot Sugiana, mengatakan melalui siaran pers nya. 


    " FSP BUMN Bersatu sebagai organisasi Pekerja BUMN yang sejak 2008 Konsisten berjuang bersama Prabowo Subianto untuk cita cita memperbaiki pengelolaan BUMN yang selama 20 tahun lalu menjadi entitas tempat terjadinya Korupsi besar besaran, dimana aset BUMN mencapai Rp16.500 triliun tapi hanya menghasilkan deviden Rp85,5 triliun hingga Rp86,4 triliun tidak mencapai 10% dari aset tersebut sangat jauh dengan BUMN Singapura yang di kelola dengan bersih dari Korupsi dan professional dengan nilai sebesar S$434 miliar (sekitar Rp5.000 triliun) per 31 Maret 2025 yang menghasilkan deviden hingga Rp124,54 triliun " Ungkap nya mengutip pernyataan Presiden Prabowo. 


    Menurut nya Pernyataan Presiden adalah pernyataan yang sangat tepat dan jelas arah politik nya


    " Tentu ini pernyataan Prabowo Subianto sebagai pernyataan yang tepat dan jelas arah politik Presiden Prabowo dalam pengelolaan BUMN yang bersih dan professional untuk kesejahteraan negara dan rakyat Indonesia , " Lanjut dia. 


    Federasi BUMN Bersatu mendukung aksi aksi Kejaksaan Agung dalam melakukan pemberantasan Korupsi di BUMN. 


    " Melihat hal itu kami Federasi BUMN Bersatu sangat mendukung aksi aksi Kejaksaan Agung dalam melakukan pemberantasan Korupsi di BUMN seperti Pemberantasan Korupsi di Pertamina yang menjadi salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah BUMN Indonesia," Tuturnya dengan tegas. 


    Dengan dugaan kerugian negara yang sangat besar hingga mencapai Rp 285 triliun melibatkan banyak pihak internal serta eksternal perusahaan. Dugaan korupsi ini berfokus pada manipulasi tata kelola impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan dalam rentang waktu 2018–2023 oleh berbagai unit usaha Pertamina


    " Pertamina memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, khususnya di sektor energi maka Korupsi yang dilakukan oleh Kerry Chalid dan Riza Chalid di Pertamina juga telah menyebabkan kerugian pada rakyat Indonesia atau kerugian perekonomian negara hingga 1142,47 Trilyun pertahunnya , " Terang sekjen. 


    Berikut perhitungan kerugian akibat Korupsi di Pertamina terhadap perekonomian negara terhadap Korupsi tata kelola Minyak mentah dan penyimpangan BBM bersubsidi mulai tahun 2018 hingga 2023 Telah menyebabkan tinggi biaya logistik nasional hingga 20-22% dari PDB 


    Artinya jika rata rata PDB Indonesia saja Rp14 837,4 triliun maka biaya logistik nasional yang ditanggung oleh perekonomian negara sebesar 3264,2 Trilyun rupiah 


    Dan komponen BBM dalam perhitungan biaya lagistik nasional berkisar antara 35-40 persen dari biaya logistik nasional ,artinya kerugian perekonomian akibat Korupsi pada tata kelola Minyak mentah dan BBM subsidi sebesar 35% × 3264,2 Trilyun rupiah yaitu sebesar 1142,47 Trilyun rupiah setiap tahunnya . 


    Setelah kasus Korupsi ini terungkap maka pada Tahun 2024 hingga tahun 2025 terjadi penurunan biaya logistik nasional menjadi 14 persen terhadap total PDB


    FSP BUMN Bersatu menyerukan pada seluruh elemen masyarakat di Indonesia untuk ikut mengawasi jalannya persidangan Kasus Korupsi di PN Jakarta Pusat agar para pelaku Korupsi bisa dihukum berat 


    " Kami mengajak para pengiat medsos agar melakukan kampanye untuk Kejaksaan Agung untuk melawan Buzzer Bayaran yang diduga di bayar Riza Chalid dkk untuk mengaburkan fakta hukum dan mempengaruhi opini publik dalam perkara yang menyeret sejumlah nama besar yang kini menjadi buronan Kejaksaan Agung termasuk diantaranya Riza Chalid, "pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini