-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kemenag Jakut: Paham Sesat Mengatasnamakan NU, Waspada

    trawlmediaindonesia
    Senin, 02 Februari 2026, 23:45 WIB Last Updated 2026-02-02T16:45:35Z

    TrawlMediaIndonesia.id Jakarta – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Utara, KH Mawardi Abdul Gani, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal berdirinya hingga memasuki usia 1 abad.


    Hal itu disampaikan Mawardi dalam momentum peringatan 100 tahun atau 1 Abad Nahdlatul Ulama yang mengusung tema “Awal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.


    “Tema ini menurut saya sangat luar biasa, karena sejak awal NU menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diraihnya kemerdekaan Republik Indonesia bersama elemen-elemen bangsa lainnya,” ujar KH Mawardi, Senin (2/2/2026).


    Ia menjelaskan, NU telah memberikan kontribusi nyata dalam proses merebut dan mengawal kemerdekaan Indonesia. Bahkan, dalam perjalanan sejarahnya, NU tetap konsisten menjaga komitmen kebangsaan.


    “NU adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang terus setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bahkan menjadi organisasi pertama yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal,” tegasnya.


    Menurutnya, komitmen tersebut tercermin hingga saat ini melalui sikap politik NU yang tidak berubah, yakni politik kebangsaan.


    “Sikap politik NU tidak berubah. NU akan tetap mengawal siapa pun pemerintahannya, selama itu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jargon NKRI harga mati adalah bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen NU,” jelasnya.


    Selain itu, KH Mawardi juga menyoroti maraknya paham dan aliran yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Ia secara tegas menilai pemahaman yang mengklaim adanya komunikasi langsung dengan Allah atau malaikat berada di luar koridor akidah Islam.


    “Menurut saya, paham yang mengklaim bisa berkomunikasi langsung dengan Allah atau malaikat itu sudah berada di luar pakem akidah Islam. Di luar nabi Muhammad SAW, tidak ada manusia yang bisa melakukan komunikasi ghaib seperti itu,” katanya.


    Ia menambahkan, bahkan di luar kalangan Ahlussunnah wal Jamaah sekalipun, mayoritas ulama sepakat bahwa klaim semacam itu tidak dibenarkan.


    “Ini sudah di luar keyakinan dan di luar akidah Islam. Mayoritas ulama menyatakan tidak ada manusia yang bisa langsung berkomunikasi dengan malaikat,” ujarnya.


    KH Mawardi menilai, kondisi ini diperparah oleh minimnya pemahaman keagamaan di sebagian masyarakat, sehingga mudah terpengaruh oleh ajaran baru yang menyesatkan.


    “Tanggung jawab kita bersama adalah melakukan edukasi yang lebih menyeluruh dan mendalam kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tergiring pada paham yang sesat,” katanya.


    Ia juga mengingatkan bahaya pihak-pihak yang mengatasnamakan atau mendompleng nama besar NU untuk menyebarkan ajaran menyimpang.


    “Yang lebih mengkhawatirkan ketika seseorang mengaku-ngaku sebagai bagian dari NU. Masyarakat jadi percaya seolah itu ajaran NU, padahal itu ajaran sesat yang tidak pernah diajarkan,” ungkapnya.


    Terkait peran pemerintah, Mawardi menyebut Kementerian Agama memiliki kewenangan hukum untuk mengambil langkah apabila terdapat dugaan penodaan agama.


    “Kementerian Agama memiliki biro hukum dan akan melakukan langkah-langkah sesuai aturan, termasuk melaporkan pihak bersangkutan agar paham-paham menyimpang itu tidak semakin meluas,” jelasnya.


    Di akhir pernyataannya, KH Mawardi mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam di Jakarta Utara, agar lebih berhati-hati dalam menerima ajaran keagamaan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.


    “Saya menghimbau masyarakat agar lebih selektif dan bijak. Saring terlebih dahulu ajaran yang diterima, dan sebaiknya berkomunikasi dengan para ulama sekitar sebelum mengambil sikap, agar tidak terjerumus pada paham-paham yang menyesatkan,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini