-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KH Mawardi Muhammadiyah dan Kemenag: Dua Metode, Satu Tujuan

    trawlmediaindonesia
    Rabu, 18 Februari 2026, 09:55 WIB Last Updated 2026-02-18T02:56:07Z

     


    Trawlmediaindonesi.id


    Jakarta – Tim kolaboratif antara Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara bersama Tim Falakiyah Pondok Pesantren Al Hidayah melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) guna menentukan awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Jami Al Musari’in Basmol, Jakarta Barat pada Selasa (17/02/2026).


    Kegiatan yang merupakan pengejawantahan dari sebuah sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi "Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihatnya" ini dibersamai oleh Kakankemenag Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani.


    Mawardi, dalam arahannya menjelaskan bahwa dalam ajaran islam, menentukan awal bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan metode tradisional dalam Islam untuk menentukan awal bulan Hijriah dengan mengamati hilal (bulan sabit) secara langsung di langit (ru'yat), dan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah (hisab).


    "Hari ini kita mendampingi komponen masyarakat untuk menentukan rukyatul hilal di tanggal 28 Sya'ban, karena dalam bulan islam, kalau tidak 29 itu 30 hari," ujar Mawardi. 


    Sejumlah perangkat telah disiapkan di titik lokasi sejak pukul 15.00 WIB untuk membidik posisi bulan sesuai dengan data hisab yang telah dihitung sebelumnya oleh tim ahli. Menurutnya jika ditanggal 28 sudah terlihat hilal, maka di tanggal berikutnya ditetapkan sebagai 1 Ramadhan. 


    "Namun dari hasil pantauan kita tadi, hilal masih dibawah ufuk, sehingga bisa digenapkan. Oleh karena itu dari hasil ruykat tadi insya Allah kita akan mulai berpuasa pada hari kamis," tambah Mawardi. 


    Terkait telah ditetapkannya tanggal 1 Ramadhan pada hari Rabu oleh Muhammadiyah, Mawardi mengajak kepada umat untuk saling menghargai pendapat dan perbedaan. Menurutnyaikhtilaf (perbedaan pendapat/metode) dalam fiqih Islam dan ilmu falak, yang berakar pada perbedaan landasan metodologis.


    "Walaupun pada akhirnya kita akan mematuhi sidang isbat yang dilakukan oleh bapak Menteri Agama dalam menentukan awal bulan Ramadhan," pungkas Mawardi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini