Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Irvian Bobby Mahendro, pejabat Kementerian Ketenagakerjaan yang dijuluki “sultan”, terungkap sempat menggunakan rekening milik adik iparnya untuk sejumlah transaksi. Fakta itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan pemerasan sertifikasi K3 Kemnaker yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (9/2/2026).
Jaksa menghadirkan Nova Alisa Putri sebagai saksi. Nova merupakan staf administrasi PT Centra Administrasi sekaligus adik dari istri Irvian Bobby. Ia memberikan keterangan untuk terdakwa Irvian dan 10 terdakwa lainnya.
Dalam persidangan, kuasa hukum terdakwa Miki Mahfud, Febri Diansyah, menggali keterangan terkait penggunaan rekening milik Nova yang dipinjam Irvian sejak Agustus 2022.
“Siapa yang meminjam?” tanya Febri.
“Bu Fitri (istri Irvian Bobby), eh Pak Bobby melalui perantara Bu Fitri, Pak,” jawab Nova.
Febri kemudian memastikan kembali mekanisme peminjaman rekening tersebut.
“Berarti Bu Fitri pada Agustus 2022 minjam rekening BCA itu kepada Bu Nova begitu?” tanya Febri.
“Iya, betul, Pak,” jawab Nova.
Saat ditanya alasan peminjaman rekening, Nova menyebut kakaknya hanya menyampaikan permintaan meminjam rekening yang jarang digunakan.
“Dia bilang mau pinjam rekening BCA. Kan soalnya rekening saya itu kan jarang, maksudnya nggak selalu dipakai ya, Pak, karena itu buat tabungan,” ujar Nova.
Nova mengaku rekening tersebut dipinjam untuk kepentingan Irvian Bobby. Ia menyebut Irvian menggunakan rekening itu untuk transaksi jual beli mobil.
“Terus dia pinjam buat Mas Bobby katanya buat jual beli mobil gitu, Pak,” ujar Nova.
Jaksa kemudian mencecar Nova terkait adanya mutasi penarikan tunai senilai Rp 4,4 miliar dari rekening miliknya. Jaksa merujuk pada data mutasi rekening pada Oktober 2022.
“Kami tunjukkan juga di mutasi rekening, halaman 368, 22 Oktober. Ini yang tarikan tunai ini, yang dimaksud oleh rekan kami tadi sebesar Rp 4 miliar 400 (juta), di mana rinciannya 22 Oktober ada penarikan sebesar Rp 2 miliar, kemudian 23 Oktober sebesar Rp 2.400.000.000. Ini Saudara tidak tahu?” kata jaksa.
“Saya tidak tahu, Pak,” jawab Nova.
“Tapi keterangan Saudara yang nomor 17 ini bunyi loh,” kata jaksa.
“Itu saya karena saya didesak, tapi saya tidak tahu,” timpal Nova.
Jaksa lalu mendalami siapa pihak yang melakukan tekanan tersebut.
“Didesak siapa?” tanya jaksa.
“Didesak oleh penyidik,” jawab Nova.
Sebagai informasi, Irvian Bobby Mahendro terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Agustus 2025. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap julukan “sultan” yang melekat pada Irvian.
Julukan tersebut disebut pertama kali oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel, yang merujuk pada kondisi keuangan Irvian Bobby.


