Trawlmediaindonesia.id
Bekasi – Proyek perbaikan jalan di Jl. Bintara Jaya 4, tepatnya di dalam Gang Pojok RT 004 RW 009, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru saja dilakukan pengecoran sekitar tiga hari lalu itu sudah menunjukkan banyak retakan di permukaan, bahkan diduga ketebalannya tidak sesuai spesifikasi.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, kondisi beton terlihat mengalami retak memanjang di beberapa titik, meski jalan tersebut belum dibuka untuk umum. Fakta bahwa usia cor baru tiga hari namun sudah retak memunculkan dugaan kuat adanya persoalan dalam kualitas pekerjaan, baik dari campuran material, metode pengecoran, hingga proses perawatan (curing) beton.
Proyek ini diketahui berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi sebagai instansi teknis yang membidangi pembangunan infrastruktur jalan. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya penjelasan resmi terkait kondisi kerusakan dini tersebut.
Saat dikonfirmasi di lokasi, sosok yang dikenal warga sebagai Ketua RW 09 justru mengaku berasal dari dinas kebersihan dan sedang melakukan pengecekan kelayakan jalan untuk digunakan pada kegiatan hari Jumat di Masjid At-Taqwa.
Pernyataan tersebut menimbulkan kebingungan, mengingat warga setempat memastikan bahwa yang bersangkutan merupakan Ketua RW setempat.
Salah satu warga berinisial Dy mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pengecoran jalan tersebut. Ia menilai kualitas pekerjaan sangat buruk karena retakan sudah muncul meskipun jalan belum digunakan sama sekali.
“Jangankan kendaraan, tapak kaki saja belum ada yang injak, tapi sudah retak seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksana proyek bernama Rusman saat dikonfirmasi awak media di lokasi justru merespons dengan emosi. Ia terlihat marah dan menantang awak media untuk mempublikasikan temuan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait spesifikasi teknis, pengawasan pekerjaan, maupun langkah evaluasi atas kondisi proyek tersebut.
Warga berharap adanya tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh agar kualitas pembangunan tidak merugikan masyarakat di kemudian hari.
(Spn)


