Trawlmediaindonesia.id
Bekasi – Proyek pekerjaan drainase yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, tepatnya di wilayah Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, ditemukan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses pemasangan U-ditch.
Dalam papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, tercantum bahwa kegiatan tersebut merupakan program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase dengan sumber dana dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dikerjakan oleh penyedia jasa CV Ilham Putra Mandiri dengan nilai kontrak sekitar Rp139 juta.
Namun di lapangan, pemasangan U-ditch diduga tidak mengikuti standar teknis. Terlihat jelas bahwa dasar galian masih dalam kondisi tergenang air saat proses pemasangan dilakukan. Seharusnya, sebelum pemasangan beton pracetak seperti U-ditch, kondisi tanah harus dipastikan kering, padat, dan rata agar hasil pekerjaan maksimal dan tahan lama.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan ketahanan konstruksi, yang berpotensi menyebabkan kerusakan dini serta tidak optimalnya fungsi drainase di kemudian hari.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp terkait temuan tersebut, pengawas proyek bernama Siswo tidak memberikan tanggapan. Bahkan, saat dihubungi melalui panggilan telepon, yang bersangkutan juga tidak merespons.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai metode pelaksanaan pekerjaan tersebut. Masyarakat berharap adanya pengawasan ketat dari instansi berwenang agar proyek yang menggunakan anggaran daerah dapat berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.
(Spn)


