Trawlmediaindonesia.id
BANYUWANGI — Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) memulai konsolidasi besar-besaran di seluruh basis anggota wilayah Jawa Timur pada Kamis (14/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas ketidaktegasan pemerintah terkait kebijakan operasional penyeberangan ASDP di Jawa Timur yang dinilai menyengsarakan para pengemudi logistik pasca-pemindahan dermaga Ketapang-Lembar.
Implementasi Lapangan Dinilai Berantakan
Aktivis penggerak pengemudi Jawa Timur, Slamet Barokah, menyoroti adanya jurang pemisah lebar antara regulasi di atas kertas dengan realita yang dihadapi sopir di pelabuhan.
“Kami melihat pemerintah terkadang memiliki ide yang cukup baik, namun implementasi di bawah berantakan. Kebijakan sering kali diambil tanpa memikirkan nasib rakyat kecil seperti kami, para pengemudi logistik yang menjadi ujung tombak distribusi barang,” ujar Slamet.
Menurutnya, pemindahan penyeberangan jurusan Lembar, NTB, justru memicu gelombang keluhan akibat ketidaksiapan infrastruktur penunjang. Hal ini berdampak pada efisiensi waktu dan pembengkakan biaya operasional para sopir.
Ancaman Aksi Massa
Ketua Umum ASLI, Bung Farid Hidayat, menyatakan kesabaran para pengemudi sudah mencapai batasnya. Ia menegaskan ASLI tidak akan ragu melakukan aksi parlemen jalanan jika aspirasi mereka terus diabaikan.
“Kasihan pengemudi kita, nasibnya tidak pernah jadi prioritas pemerintah dan selalu dipandang sebelah mata. Sudah saatnya kita bersatu dan bergerak bersama-sama. Kami dari ASLI selalu siap berjuang, baik di Banyuwangi maupun langsung di Ibu Kota,” tegas Farid.
Tuntutan ASLI
Melalui konsolidasi ini, ASLI menuntut pemerintah dan pihak ASDP untuk:
1. Mengevaluasi total kebijakan pemindahan dermaga yang merugikan arus logistik.
2. Memberikan kepastian alur penyeberangan yang efektif bagi armada logistik.
3. Melibatkan perwakilan sopir dalam pengambilan kebijakan strategis terkait transportasi penyeberangan.
ASLI menegaskan bahwa distribusi logistik nasional sangat bergantung pada kesejahteraan dan kelancaran kerja para sopir. Jika pemerintah tetap menutup mata, ASLI siap menggerakkan seluruh basis massa untuk menyuarakan hak-hak mereka di tempat-tempat strategis


