TRAWLMEDIAINDONESIA.ID
JENEWA, SWISS – Rapat Pleno International Labour Conference ILO Session 114 mencatat sejarah. Konvensi 193 tentang pekerja platform ekonomi resmi disahkan. Sorak Sorai "Hidup Buruh yang Melawan! Bravo Trade UnionS!" menggema dari delegasi Indonesia yang hadir.(11/6).
Tiga tokoh buruh Indonesia menyampaikan poin utama hasil rapat pleno dari Jenewa:
Rekson Silaban " Ketua MPO KSBSI & Ketua Komite Decent Work dan Platform Economic mengatakan rasa syukur nya.
"Alhamdulillah Comite Platform Economic akhirnya bisa menjadi Konvensi 193 di ILC 114, terimakasih atas dukungan pemerintah Republik Indonesia yang memiliki suara yang sama dengan serikat pekerja."kata dia .
Rekson menegaskan kekompakan suara pemerintah dan buruh RI jadi kunci. Ia juga menyorot arah strategi ke depan:
1. Strategi Inti Global , "Instrumen-instrumen ini yang telah kalian capai akan menjadi bagian inti dari strategi pekerja global." Konvensi 193 jadi payung hukum internasional pertama untuk driver ojol, kurir, pekerja digital.
2. Strategi Regional , "Strategi regional juga penting di setiap wilayah perlu pendekatan sendiri. Fokus khusus untuk Amerika melalui pengaturan multilateral, perjanjian, dan kerja sama dengan ILO."
3. Aksi Nasional ."Di tingkat nasional: semua pihak harus terus bergerak maju secara lokal juga." KSBSI berkomitmen mengawal ratifikasi dan implementasi di Indonesia.
Sementara itu Maria Eminenta dari DPP KSBSI
menekankan pentingnya konferensi ini bagi jutaan pekerja.
"Kenapa konferensi ini penting: banyak pekerja yang bergantung padanya, dan pemerintah menunggu untuk melihat definisi apa yang akan diadopsi dan apa yang akan terjadi selanjutnya." Tegas dia .
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim negosiasi:
" Hasilnya kalian semua berhasil menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan dan semua sudah melakukan yang terbaik untuk mengorganisir dan mengubah kondisi nyata bagi pekerja.
"Amanda dan tim, kalian tetap jadi pahlawan kami. Bravo" " ungkap nya dengan nada bahagia.
DAENG WAHIDIN - Presiden KBMI & Presiden PPMI, Anggota Committee Platform Economic Delegasi Buruh Indonesia , menyampaikan emosi pribadi seusai proses panjang.
"Aku sangat senang, terutama tadi malam ketika semua orang begitu sabar. Aku senang bisa menjadi bagian dari peristiwa dan proses bersejarah ini." Paparnya
Ia menggarisbawahi PR besar pasca pengesahan:
"Sekarang kita punya tugas besar: berusaha mengorganisir lebih banyak pekerja platform di negara kita, juga membahas instrumen-instrumen yang saat ini kita miliki untuk para pekerja, dan melibatkan pemerintah setidaknya untuk membantu memastikan konvensi ini berlaku di berbagai negara kita."pungkasnya.
Dengan disahkannya Konvensi 193, tugas KSBSI, KBMI, PPMI dan serikat buruh lain di Indonesia kini masuk babak baru: mendorong pemerintah meratifikasi, menerjemahkan konvensi ke hukum nasional, dan memastikan driver ojol, kurir, serta pekerja platform lainnya mendapat perlindungan nyata.


