Trawlmediaindonesia.id
PANARAGAN JAYA – Duka menyelimuti warga Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Seorang kepala keluarga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang diduga terjadi saat berusaha menghindari kerusakan jalan di wilayah tersebut.
Peristiwa tragis itu menjadi perhatian masyarakat karena saat kejadian korban tidak sendirian. Korban diketahui sedang membawa istri dan anaknya. Akibat kecelakaan tersebut, sang kepala keluarga meninggal dunia, sementara istri dan anak korban mengalami luka-luka serta trauma akibat kejadian yang mereka alami.
Kejadian ini kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi jalan di Panaragan Jaya yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga. Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa, 2 Juni 2026, sejumlah ruas jalan masih mengalami kerusakan, terdapat lubang di beberapa titik, serta sisa material pengecoran berupa batu-batu kecil yang berserakan di badan jalan.
Kondisi tersebut terlihat di wilayah RT 04 RW 08 Panaragan Jaya, dan menurut warga, persoalan serupa terjadi di sepanjang jalur yang melintasi kawasan RT 01 hingga RT 07.
Warga mengaku kecewa karena pekerjaan perbaikan dan penebalan jalan yang pernah dilakukan dinilai belum memberikan manfaat yang signifikan bagi keselamatan pengguna jalan. Bahkan saat cuaca panas, debu tebal dari bekas material pekerjaan jalan beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Jalan yang diperbaiki ini tidak terasa manfaatnya. Sekarang justru berdebu parah dan batu-batu bekas coran berserakan di jalan. Pengendara motor sangat berisiko tergelincir atau terjatuh," ujar salah seorang warga.
Selain menimbulkan ketidaknyamanan, warga menilai kondisi jalan saat ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Batu-batu sisa coran yang berhamburan di badan jalan dinilai dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan, terutama bagi pengendara roda dua.
Kekecewaan masyarakat semakin besar karena persoalan infrastruktur ini dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penyelesaian yang tuntas. Warga menyebut kondisi jalan yang rusak dan berdebu masih menjadi keluhan utama meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan daerah selama dua periode.
"Sudah dua periode pergantian bupati, tetapi jalan masih seperti ini. Kami membayar pajak setiap tahun, namun kondisi jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat belum juga diperbaiki secara maksimal," ungkap warga lainnya.
Berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, masyarakat mempertanyakan efektivitas penanganan infrastruktur yang telah dilakukan selama ini. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan di Panaragan Jaya, termasuk membersihkan sisa material yang masih berserakan dan melakukan perbaikan permanen pada titik-titik yang rusak.
Tragedi yang merenggut nyawa seorang kepala keluarga dan meninggalkan luka fisik serta trauma bagi istri dan anaknya menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur bukan sekadar soal pembangunan fisik. Di balik jalan yang rusak, terdapat risiko keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang dan pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di Panaragan Jaya demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
(SPN)


