-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kota Bekasi Bangun PSEL Bantargebang, Target Operasi 18 Bulan dengan Kapasitas 1.500 Ton Sampah

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 27 Agustus 2026, 19:42 WIB Last Updated 2026-08-27T12:42:21Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat beroperasi dalam waktu 18 bulan dengan kemampuan mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari.


    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi. Meski demikian, kapasitas pengolahan tersebut belum sepenuhnya mampu menuntaskan seluruh timbulan sampah yang dihasilkan setiap hari.


    “Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto, Rabu (26/8/2026).


    Tri menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi melalui pembangunan PSEL. Peran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya juga sangat diperlukan.


    “Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya,” jelasnya.


    Menurut Tri, kebiasaan memilah sampah harus menjadi gerakan bersama dan diterapkan di berbagai lingkungan, bukan hanya di rumah tangga. Sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan hingga para pedagang juga diharapkan ikut menerapkan pemilahan sampah.


    “Ini harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.


    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat berharap pembangunan dan pengelolaan sampah di wilayah Bekasi Raya, Bogor Raya hingga Bandung Raya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.


    Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi. Perubahan perilaku masyarakat, termasuk kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, juga menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan tersebut.


    Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL berskala besar menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menangani persoalan sampah perkotaan yang telah melebihi kapasitas pengelolaan.


    Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang masuk kategori darurat sampah dapat dipercepat dan diselesaikan pada 2027 hingga 2028.


    “Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” ujar Zulkifli Hasan.


    Zulkifli juga menargetkan persoalan sampah secara nasional dapat ditangani hingga 70-80 persen pada 2029. Sementara sekitar 20 persen sisanya dinilai membutuhkan penanganan dari tingkat rumah tangga melalui edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat.


    Karena itu, pemilahan sampah dari sumber menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pengelolaan sampah. Sampah organik dan anorganik diharapkan sudah dipisahkan sejak dari rumah agar tidak seluruhnya tercampur dan menjadi beban di tempat pembuangan.


    Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bekasi. Namun, keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan.


    Dalam acara ground breaking pembangunan PSEL tersebut, hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat KDM, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini