-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Zulhas dan Tri Adhianto Dorong Pengelolaan Sampah Bekasi dari Hulu hingga PSEL Bantargebang

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 27 Agustus 2026, 20:13 WIB Last Updated 2026-08-27T13:14:01Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi yang mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang.


    Menurut Zulhas, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) Sumur Batu yang selama ini menampung sekitar 1.800 ton sampah dari Kota Bekasi setiap hari.


    Ia menyebut pemanfaatan teknologi waste-to-energy dapat menjadi solusi di sisi hilir dalam pengelolaan sampah. Namun, menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.


    “Perlu kita tekankan bersama, groundbreaking pembangunan PSEL hari ini adalah solusi strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban TPA Sumur Batu yang saat ini menampung produksi sampah warga masyarakat Kota Bekasi kurang lebih 1.800 ton per hari melalui teknologi modern waste-to-energy,” ujar Zulhas, Rabu (27/8/2026).


    Zulhas menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah secara berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas pengolahan di hilir. Masyarakat juga harus terlibat aktif dalam mengurangi serta memilah sampah sejak dari rumah.


    “Aksi reduksi dan pilah sampah harus berjalan dari meja makan, dapur rumah tangga, lingkungan RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan,” tegasnya.


    Ia mengingatkan, pengurangan sampah dari hulu harus dilakukan secara konsisten agar kapasitas tempat pemrosesan akhir tidak kembali terbebani akibat meningkatnya volume sampah.


    Zulhas juga meminta seluruh pihak mengawal proses pembangunan PSEL agar berjalan sesuai target dan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi.


    “Buktikan bahwa Bekasi yang asri bukanlah sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat kita berdiri. Perangi sampah untuk Indonesia dan Kota Bekasi yang lebih asri,” ujarnya.


    Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk memperkuat gerakan pengurangan serta pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.


    Dalam Apel GEBRAK, Tri meminta para camat, lurah, Kapolsek, Danramil, penggiat lingkungan, Ketua LPM, Koordinator BKM, hingga Ketua RT dan RW memaksimalkan keberadaan bank sampah.


    Menurut Tri, sosialisasi mengenai pemilahan sampah harus dilakukan secara masif hingga tingkat lingkungan agar tidak seluruh sampah berakhir di Bantargebang.


    “Mulai dari kebersihan diri di lingkungan rumah, sekolah, kantor, yang bisa kita pilah agar tidak semua masuk ke bantargebang lagi, ingat kita masih ada 300 ton menjadi PR setiap harinya,” tegas Tri.


    Apel GEBRAK sendiri merupakan bagian dari momentum groundbreaking PSEL Kota Bekasi. GEBRAK merupakan singkatan dari Gerakan Energi Bersih, Reduksi Sampah, Aksi Pilah, Kolaborasi Inovatif.


    Melalui pembangunan PSEL dan penguatan gerakan pengurangan sampah dari sumbernya, Pemerintah Kota Bekasi diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi tekanan terhadap TPA di Bantargebang.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini