Trawlmediaindonesia.id
Bantul – Ketua TP PKK Kota Bekasi sekaligus Pembina SLB Patriot Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, mendorong penguatan pendidikan keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar mereka memiliki bekal untuk hidup lebih mandiri. Hal itu disampaikannya saat melakukan studi tiru ke SLB Negeri 1 Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wiwiek didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Chondro Wibowo serta sejumlah guru dari SLB Patriot Kota Bekasi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung praktik baik yang diterapkan SLB Negeri 1 Bantul dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus.
Menurut Wiwiek, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah bagaimana sekolah memberikan ruang kepada setiap siswa untuk berkembang berdasarkan potensi dan kemampuan masing-masing.
“Kami datang ke SLB Negeri 1 Bantul untuk belajar dan melihat secara langsung praktik-praktik baik yang sudah dilakukan. Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana anak-anak diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing,” ujar Wiwiek.
SLB Negeri 1 Bantul sendiri memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus mulai dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB. Proses pembelajaran disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, kebutuhan, dan potensi masing-masing siswa.
Selain pembelajaran akademik, sekolah juga memiliki sejumlah program khusus yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan kemandirian peserta didik. Di antaranya program OMSK, pengembangan diri dan gerak, pengembangan diri, sosial dan komunikasi, serta pengembangan diri dan keterampilan diri.
Rombongan SLB Patriot Kota Bekasi juga melihat berbagai program keterampilan yang dikembangkan di sekolah tersebut. Siswa diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan sesuai minat dan potensinya, mulai dari tata boga, kriya kayu, tata busana, teknologi informasi, pertanian, desain grafis, batik, cuci motor hingga pembuatan souvenir.
Program tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pola pendidikan yang diterapkan SLB Negeri 1 Bantul. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memperoleh kemampuan akademik, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, pengembangan keterampilan tersebut telah diarahkan untuk membuka peluang bagi peserta didik memasuki dunia kerja. Sekolah membangun kerja sama dengan sejumlah pihak sehingga lulusan maupun peserta didik mendapatkan kesempatan untuk bekerja secara mandiri ataupun di dunia usaha, di antaranya Honda dan Alfamart.
Wiwiek menilai pola pendidikan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi SLB Patriot Kota Bekasi. Terutama dalam mengembangkan program yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan kesiapan siswa menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, anak-anak kita tidak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk menjadi lebih mandiri. Kita ingin mereka memiliki kepercayaan diri, mampu berkarya, bahkan kalau memungkinkan bisa memiliki pekerjaan atau usaha sesuai dengan kemampuan mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus harus dipersiapkan secara menyeluruh agar peserta didik memiliki bekal yang relevan dengan kehidupan mereka di masa depan.
Karena itu, pengalaman yang diperoleh dari studi tiru tersebut akan menjadi masukan bagi pengembangan SLB Patriot Kota Bekasi. Berbagai praktik yang dinilai sesuai akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di Kota Bekasi.
“Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus harus mampu memberikan bekal yang dapat digunakan dalam kehidupan mereka setelah menyelesaikan pendidikan,” kata Wiwiek.
Melalui penguatan aspek akademik, sosial, komunikasi, keterampilan hingga pengalaman kerja, SLB Patriot Kota Bekasi diharapkan dapat semakin memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh sesuai potensinya.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan kemandirian siswa sehingga mereka dapat berkarya, beradaptasi, serta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berperan di tengah masyarakat.
(Red)


