-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Buka Career Expo 2026, Tri Adhianto Siapkan Rp9 Miliar untuk Perluas Kesempatan Kerja

    trawlmediaindonesia
    Minggu, 01 November 2026, 10:40 WIB Last Updated 2026-11-01T03:41:05Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam memperluas kesempatan kerja serta menekan angka pengangguran di Kota Bekasi.


    Hal tersebut disampaikan Tri saat memberikan sambutan dalam pembukaan Career Expo 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan antara mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.


    Tri mengapresiasi inisiatif pihak universitas yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Career Expo menjadi langkah nyata untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.


    Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi saat ini mencapai 5,39 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil mengalami penurunan dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen.


    “Pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi saat ini mencapai 5,39 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menekan angka pengangguran agar mencapai target yang telah ditetapkan,” jelas Tri.


    Ia juga menyoroti pentingnya penerapan konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan, terutama seiring perubahan karakteristik Kota Bekasi dari kota industri menuju kota jasa dan perdagangan.


    Sebagai bentuk keseriusan dalam memperluas akses pekerjaan, Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar sejak tahun lalu. Anggaran tersebut disiapkan untuk memfasilitasi pencari kerja, khususnya masyarakat yang memiliki KTP Kota Bekasi, agar mendapatkan kesempatan memperoleh pekerjaan.


    Selain itu, Tri mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut membawa perubahan besar terhadap kebutuhan tenaga kerja.


    Menurutnya, kemajuan teknologi memang berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga membuka peluang baru yang membutuhkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi.


    Karena itu, ia berharap perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang siap menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kemampuan kepemimpinan.


    “Perguruan tinggi diharapkan mampu membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga kemampuan entrepreneurship dan leadership. Dengan begitu, lulusan tidak hanya mampu bersaing mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bisa menciptakan peluang usaha secara mandiri,” ungkapnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Tri turut memaparkan sejumlah program Pemerintah Kota Bekasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Beberapa di antaranya melalui program Gerebek Pasar, Selasa Ceria, dan Jumat Berkah.


    Pemkot Bekasi juga terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif serta meningkatkan daya tarik investasi melalui berbagai agenda, seperti Bekasi City Moslem Fashion dan Bekasi Investment Gathering.


    Tri berharap pelaksanaan Career Expo 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membangun kemitraan jangka panjang antara perguruan tinggi dengan perusahaan.


    Melalui kegiatan tersebut, perusahaan diharapkan dapat menjaring tenaga kerja potensial sesuai kebutuhan, sedangkan mahasiswa, alumni, dan masyarakat pencari kerja memperoleh akses informasi serta peluang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka.


    Menutup sambutannya, Tri menegaskan bahwa upaya membangun daerah, khususnya dalam mengatasi persoalan pengangguran, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.


    “Pembangunan daerah, termasuk dalam sektor ketenagakerjaan, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi,” pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini