-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Warga Soroti Kualitas Pekerjaan Jalan Beton di Bantargebang

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 13 Agustus 2026, 20:18 WIB Last Updated 2026-08-13T13:19:25Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di wilayah Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mendapat sorotan warga. Selain mempertanyakan ketebalan beton, warga juga mengeluhkan adanya retakan pada sejumlah bagian jalan yang baru dikerjakan.


    Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Program Penyelenggaraan Jalan, subkegiatan Rekonstruksi Jalan, dengan nilai kontrak Rp85.857.617 dan waktu pelaksanaan 67 hari kalender. Penyedia jasa yang tercantum adalah PT Bintang Karsa Utama.


    Saat dilakukan pengecekan di lokasi, dokumentasi menunjukkan adanya sejumlah retakan pada permukaan beton. Pengukuran menggunakan meteran juga memperlihatkan ketebalan beton sekitar 8 sentimeter pada titik yang diukur.


    Tak hanya itu, menurut keterangan sejumlah warga setempat, saat proses pengecoran berlangsung, pekerja disebut tidak menggunakan plastik sebagai lapisan di bawah pengecoran.


    “Menurut warga, waktu pengecoran juga tidak pakai plastik. Warga di sini banyak yang mempertanyakan karena sekarang sudah terlihat retak-retak,” ujar warga setempat.


    Ketua RW setempat juga mengaku mengetahui adanya keluhan warga terkait hasil pekerjaan tersebut. Namun, ia menyarankan agar pihak yang lebih mengetahui proses pekerjaan di lapangan ditanyakan kepada RT yang turut mengawal pekerjaan.


    “Kerjaannya banyak yang jelek. Saya mau menegur pelaksananya juga segan. Lebih jelas tanya RT yang mengawal pekerjaan itu,” ujar Ketua RW.


    Sementara itu, Ferengki, pemerhati pembangunan jalan Kota Bekasi, mengatakan bahwa kualitas pekerjaan seharusnya dinilai berdasarkan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.


    “Kalau berdasarkan kaidah teknis, ketebalan maksimalnya sekitar 10 sentimeter. Tetapi yang harus dilihat adalah spesifikasi teknis dan kontraknya, apakah pekerjaan di lapangan sudah sesuai atau tidak,” kata Ferengki.


    Sorotan warga tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek. Pemeriksaan teknis juga diperlukan untuk memastikan apakah ketebalan, metode pengecoran, material, serta kualitas beton telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.


    Publik kini menunggu klarifikasi dari pelaksana, pengawas, RT/RW setempat, dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi terkait pekerjaan tersebut.


    (Spn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini