-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Jalur Layang Cipulir, 24 Penumpang Terluka Akibat Sopir Tertidur

    trawlmediaindonesia
    Senin, 23 Februari 2026, 17:42 WIB Last Updated 2026-02-23T10:43:04Z

     


    Trawlmediaindonesia.id


    Jakarta – Sebanyak 24 penumpang terluka setelah dua bus Transjakarta terlibat kecelakaan di jalur layang kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026). Dua korban di antaranya mengalami patah tulang akibat benturan keras dalam insiden tersebut.


    Peristiwa terjadi di ruas jalur layang Koridor 13 rute CBD Ciledug–Tegal Mampang. Seluruh korban merupakan penumpang bus yang melaju dari arah Petukangan menuju Blok M.


    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan, kecelakaan bermula ketika bus yang dikemudikan sopir berinisial AS melaju di jalur kiri menuju Blok M. Saat memasuki tikungan usai melewati Halte Cipulir, bus dari arah berlawanan yang dikemudikan sopir berinisial Y tiba-tiba masuk ke jalur yang sama.


    Menurut Ojo, bus yang dikemudikan Y tidak sedang membawa penumpang. Namun, Y mengaku sempat tertidur saat mengemudi sehingga kehilangan kendali.


    “Y mengakui tertidur saat mengemudi, akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng,” kata Ojo dalam keterangannya, Senin.


    Benturan keras menyebabkan bagian depan kedua bus mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah kaca kendaraan pecah hingga berserakan ke dalam maupun ke luar bus.


    Akibat kejadian itu, 24 penumpang mengalami luka-luka. Dua orang di antaranya menderita patah tulang dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.


    “Dua orang di antaranya mengalami patah tulang, korban meninggal dunia tidak ada,” ujar Ojo.


    Dua korban dengan luka patah tulang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug dan Rumah Sakit Mulya Slipi. Sementara 22 penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan.


    Kedua sopir dilaporkan tidak mengalami luka serius. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada patah tulang pada keduanya.


    “Setelah di-rontgen sopir aman, tidak patah tulang. Sopirnya malah segar bugar karena titik benturnya tidak persis di depan sopir,” kata Ojo.


    Petugas segera mengevakuasi kedua bus dari lokasi kejadian. Proses evakuasi rampung sekitar pukul 10.45 WIB. Setelah kendaraan dipindahkan, operasional Transjakarta di Koridor 13 kembali berjalan normal.


    Pihak kepolisian masih mendalami dugaan kelalaian dalam insiden tersebut, termasuk kondisi sopir sebelum mengemudi di jalur layang yang memiliki tikungan tajam dan pembatas beton di kedua sisi jalan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini