TRAWLMEDIAINDONESIA.ID
KOTA BEKASI-Kualitas pekerjaan proyek pemeliharaan di Dinas Pendidikan Kota Bekasi kembali menuai sorotan tajam. Proyek yang berlokasi di SMPN 14 Kota Bekasi ini diduga dikerjakan secara asal-asalan meski menelan anggaran mencapai Rp398.975.000.
Berdasarkan papan proyek, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Cahaya Surya Imani. Namun fakta di lapangan menunjukkan hasil yang jauh dari standar.
Peninggian pagar tampak bergelombang dan tidak rapi. Pengecatan pun terlihat asal jadi, dengan banyak bagian yang masih timbul dan tidak halus. Bahkan plesteran terlihat sangat tipis, memperkuat dugaan pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan kualitas.
Yang paling mencolok, pemasangan keramik dilakukan tanpa seleksi kualitas. Keramik dalam kondisi pecah tetap dipasang, seolah mengabaikan mutu pekerjaan.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pengawas Disdik yang disebut sebagai Pak Idam menyatakan akan menegur pihak kontraktor.
“Terima kasih pak, nanti akan saya tegor kontraktornya untuk diperbaiki,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari pihak lain di lapangan. Pak Paut, yang disebut sebagai pihak TU, mengungkapkan bahwa pengerjaan pagar memang tidak dilakukan dengan baik.
“Pagar memang tidak rapi, tidak digosok dengan baik, masih banyak yang bergelombang,” keluhnya.
Kondisi ini mempertegas bahwa persoalan bukan sekadar teknis kecil, melainkan menyangkut kualitas keseluruhan pekerjaan. Bahkan pengawas sendiri mengakui hal tersebut sebagai pekerjaan rumah.
“Ini PR saya,” katanya singkat.
Sementara itu, konsultan Disdik, Pak Hera, menyatakan akan menyampaikan temuan tersebut kepada kontraktor.
“Baik pak, nanti saya sampaikan ke kontraktornya. Terima kasih informasinya,” ucapnya.
Dengan nilai anggaran yang hampir Rp400 juta, publik kini mempertanyakan keseriusan pelaksanaan proyek oleh CV Cahaya Surya Imani. Jika kondisi ini dibiarkan, proyek ini bukan hanya gagal memenuhi standar, tetapi juga berpotensi menjadi simbol buruknya pengelolaan anggaran publik di sektor pendidikan.
(SPN)


