-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Di Tengah Konflik Iran–Israel, Rocky Gerung Beri Semangat dan Pesan Kesabaran untuk Kaum Buruh

    trawlmediaindonesia
    Rabu, 11 Maret 2026, 01:00 WIB Last Updated 2026-03-10T18:01:27Z

     

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta - DPP KSPSI menyelenggarakan Forum Urun Rembuk. buka puasa bersama dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Nasional, dengan tema, "Dampak bagi Kaum Buruh Akibat Perjanjian Tarif Imbal Balik dengan AS dan Perang Israel-AS dengan Iran," bertempat ,Townhall Restaurant Lt.1 - Tower 1, Midtown Residence, TB. Simatupang No. 20 Jakarta Selatan Selasa (10/3/2026). 


    Kegiatan di hadiri para anggota Serikat dibawah naungan KSPSI dengan pembicara:


     1. Dr. Fadhil Hasan (Ekonom, Peneliti Senior INDEF)


    2. Dr. Teguh Santosa (Pengamat Hubungan Internasional, Peneliti Senior GREAT Institute)


    Penanggap:

    1. Dr. Anton Permana (Pengamat Militer dan Geostrategi, TDM) 


    2. Dr. Rekson Silaban (Penggiat dan Pengamat Ahli bidang Perburuhan)


    3. Moderator: Emelia Yanti Siahaan (Sekretaris Jenderal GSBI) 


    4. Tausiyah Ramadhan "Puasa dan Kesabaran Kelas: oleh Rocky Gerung


    Dalam kajian nya Rocky Gerung menyampaikan, "Bahwa kaum buruh Indonesia yang sedang mengikat pinggang dengan kencang karena pemerintah belum bisa berpihak kepadanya ditambah Selat Hormuz di tutup makin menjerit Emak-emak dengan belum stabilnya perekonomian bangsa ini," ujar Rocky Gerung, Selasa (10/3/2026).


    Buruh yang merupakan Soko guru dari awal merupakan benteng ekonomi keluarga yang saat ini penuh dengan keresahan dan penuh kesabaran semoga Negara tidak akan menyengsarakan dengan segala kebijakannya,"imbuhnya.


    Dalam kesempatan itu juga Rocky mengatakan bahwa kedepannya Rocky berniat masuk dalam barisan Serikat yang dipimpin Jumhur bukan lagi dalam gerbong tapi siap menjadi Lokomotif nya dengan diiringi riuh tepuk tangan peserta.


    Dilokasi yang sama Moh  Jumhur Hidayat selaku panitia mengungkapkan, "bahwa kita mencermati semoga perang ini cepat selesai, tentang tarif yang enol persen seperti produk yang tidak di produksi Amerika seperti CPO, tekstil dll itu bisa menguntungkan kaum buruh kita, dan perang pun cepat selesai tapi yang menang harus Iran. kenapa kalau Iran yang menang untuk perdamaian di Gaza akan lebih mudah lagi," imbuhnya.


    Ia juga menerangkan seandainya Secara teknis Iran yang menang pihak Israel tidak mengganggu lagi, program BOP otomatis berjalan dengan baik , serta perjanjian dagang dengan Amerika sementara ini belum terlihat menguntungkan terutama tentang pasal-pasal tentang tidak boleh Orsorsing, kita sudah berjuang mati -matian, sementara Pemerintah Indonesia juga akan lebih selektif dengan alih daya seperti tenaga kontrak, kerja paksa, kerja anak -anak dan betul -berul jadi perhatian kedepannya.itulah kalau perang cepat selesai,"ucapnya.


    "Tapi kalau sebaliknya perang terus berlangsung otomatis produksi juga akan berhenti dan saya juga mendapat laporan ekpor otomotif ke Timur Tengah 50 % sudah berhenti, itukan dampak yang luar biasa dan kita sebagai bangsa harus bisa mengatasinya, dan Alhamdulillah nya Indonesia itu Negara yang ketergantungan Global perdagangan nya masih kecil, artinya kalau dibandingkan dengan Negara lain, seperti Malaysia aja Indonesia masih kalah, oleh sebab itu ketergantungan internasional kita ini masih rendah jadi semoga tidak menimbulkan dampak yang signifikan," tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini