Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Industri dalam negeri terus didorong untuk berdikari dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Salah satunya melalui sosialisasi penggunaan produk dalam negeri yang digagas dalam kegiatan buka puasa bersama Komenwa Indonesia, Pramarin, dan Insan Pers.
CEO PT Pancurah Cahaya Wahyu yang juga Ketua Panitia acara tersebut, Hilman Suryawijaya, menegaskan pentingnya meningkatkan penggunaan produk lokal agar tidak terus didominasi oleh barang dari luar negeri, khususnya dari China.
"Di Indonesia kan masih menggunakan produk 80%—70% produk luar negeri. Jadi kita sosialisasikan untuk penggunaan produk dalam negeri, kalau perlu 100%," ujarnya kepada wartawan di Hotel Arcadia Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pasar lokal agar tidak rusak oleh masuknya barang-barang impor.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada bisnis semata, tetapi juga melibatkan aspek sosial dengan menggandeng berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintah. Salah satu hal yang unik adalah pelibatan anak-anak panti asuhan dalam proses produksi terpadu.
Anak-anak panti asuhan tersebut diberikan pelatihan dan pembinaan setiap hari Sabtu dan Minggu untuk membantu bagian-bagian tertentu dari produksi life jacket.
"Kita melibatkan orang-orang panti supaya hari Sabtu-Minggu itu orang panti itu dibina... nanti mereka itu digaji. Nanti lebaran itu mereka bisa beli baju lebaran," jelasnya.
Meski diproduksi dengan melibatkan tenaga binaan, kualitas keamanan produk tetap menjadi prioritas utama. Life jacket tersebut diklaim telah lulus uji di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP).
• Keamanan: Produk ini disebut mampu bertahan dua hingga tiga hari tanpa tenggelam.
• Fitur Premium: Tersedia varian premium yang memiliki keunggulan anti-api.
• Jangkauan: Saat ini produk sudah mulai tersebar ke seluruh Indonesia, termasuk pesanan dari kapal-kapal di Batam.
Melihat potensi pasar yang besar, pengusaha tersebut mengungkapkan rencana strategis untuk membangun pabrik sendiri. "Bikin pabrik, kita bikin pabrik tapi melibatkan hari Sabtu-Minggu itu kita mendidik anak-anak panti asuhan," ungkapnya.
Rencananya, pabrik tersebut akan berlokasi di wilayah Bandung.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana industri lokal dapat tumbuh sekaligus memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar.
Melihat potensi pasar yang besar, pengusaha tersebut mengungkapkan rencana strategis untuk membangun pabrik sendiri. "Bikin pabrik, kita bikin pabrik tapi melibatkan hari Sabtu-Minggu itu kita mendidik anak-anak panti asuhan," ungkapnya.
Rencananya, pabrik tersebut akan berlokasi di wilayah Bandung.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana industri lokal dapat tumbuh sekaligus memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar.
(Tto)


