-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    72 Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Kondisi Mulai Pulih

    trawlmediaindonesia
    Minggu, 05 April 2026, 14:51 WIB Last Updated 2026-04-05T07:51:46Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Kondisi puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Jakarta Timur yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mulai berangsur pulih. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut mayoritas siswa kini dalam kondisi stabil dan diperkirakan segera sembuh dalam waktu dekat.


    “Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery, mudah-mudahan satu dua hari sudah selesai semua,” ujar Pramono saat menjenguk para siswa di RSKD Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).


    Meski menunjukkan perkembangan positif, hingga saat ini masih terdapat 72 siswa yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Jakarta Timur. Pramono menjelaskan, tidak seluruh siswa harus dirawat inap karena sebagian hanya membutuhkan penanganan awal sebelum diperbolehkan pulang.


    “Jadi per sekarang ini ada yang dirawat itu ada 72. Memang ada yang datang kemudian terus pulang dan enggak dirawat. Tetapi yang dirawat ada 72 di tiga rumah sakit tadi,” jelasnya.


    Para siswa yang terdampak dilaporkan mengalami sejumlah gejala, seperti mual, muntah, diare, demam, serta nyeri perut. Mereka berasal dari empat sekolah dasar di wilayah Jakarta Timur.


    Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa seluruh siswa tersebut mengonsumsi makanan yang berasal dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di kawasan Pondok Kelapa 2. Menu yang dibagikan saat itu adalah spageti.


    “Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2. Sebagian besar yang terdampak memang diduga dari makanan spagetinya,” ungkap Pramono.


    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak rumah sakit. Untuk pembiayaan, siswa yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan ditanggung penuh, sementara yang belum terdaftar akan dibantu oleh Badan Gizi Nasional.


    “Saya pengin anak-anak yang terdaftar sebagai siswa di Jakarta ini segera tertangani dengan baik,” tegas Pramono.


    Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas penanganan para korban.


    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Nanik dalam keterangan persnya.


    Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh BGN, sekaligus menghentikan operasional dapur terkait untuk keperluan evaluasi.


    “Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” pungkasnya.


    (Ris)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini