Trawlmediaindonesia.id
Kota Bekasi – Upaya peliputan kegiatan renovasi di SMPN 16 Kota Bekasi menuai kendala. Salah satu staf sekolah berinisial Amin yang bertugas sebagai tata usaha (TU) diduga melarang awak media untuk masuk dan mengecek langsung lokasi pekerjaan di dalam area sekolah.
Berdasarkan keterangan di lapangan, awak media yang datang dengan tujuan menjalankan tugas peliputan justru diminta untuk tetap berada di luar area kerja.
“Kalau media kan tupoksi saya untuk mengecek lokasi kerjaan,” ujar salah satu wartawan. Namun, menurut penuturan tersebut, Pa Amin tetap tidak mengizinkan akses masuk.
Tidak hanya kepada media, pembatasan juga diberlakukan kepada warga dan orang tua murid. Mereka disebut hanya diperbolehkan menunggu di ruang tunggu tanpa bisa melihat langsung aktivitas di dalam lokasi proyek.
“Semua, baik warga maupun ibu-ibu dari murid, hanya boleh menunggu di ruang sini saja,” ungkap sumber di lokasi menirukan pernyataan Pa Amin.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa sebelumnya sudah ada dua awak media lain yang juga tidak diizinkan masuk ke area renovasi.
“Tadi aja ada dua media juga tidak boleh masuk, hanya sampai di ruang tunggu,” tambahnya.
Pa Amin disebut menyarankan agar peliputan dilakukan di lain waktu tanpa memberikan alasan yang jelas terkait larangan tersebut.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya hal yang ditutup-tutupi oleh pihak sekolah maupun pelaksana proyek. Mengingat keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam pengawasan pekerjaan, khususnya proyek yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pelaksana proyek terkait alasan pembatasan akses terhadap media dan masyarakat.
(Spn)


