Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2021 dan diresmikan Kemenkumham pada 7 Januari 2022. Setelah lengser nya Anas Urbaningrum kini PKN di Pimpin oleh Gede Pasek Suardika, dan kini pada 1 Maret 2026 sebanyak " Dua Puluh pengurus penting secara resmi mengundurkan diri dari PKN.
Melalui keterangan resmi nya, Mantan Ketua Bapilu PKN, Bona Simanjuntak mengatakan.
"Setelah kami berdiskusi melalui meeting online kami menyatakan pengunduran diri kami dari keanggotaan maupun kepengurusan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), terhitung efektif mulai tanggal 1 Maret 2026," katanya, Jumat (10/4/2026).
Menurut nya keputusan bersama ini bukanlah hal yang mudah dan telah melalui proses diskusi, perenungan, serta pertimbangan yang sangat matang.
"Langkah ini kami ambil secara kolektif didasari oleh dua alasan fundamental yang menyangkut prinsip dan integritas pergerakan politik kami ke depan, ada beberapa poin yang sangat mendasar yaitu. Adanya ketidaksamaan visi dan misi.Dalam perjalanan politik, keselarasan visi dan misi antara kader dengan partai politiknya adalah fondasi utama. Saat ini, kami melihat dan merasakan secara nyata bahwa arah pergerakan serta fokus perjuangan (Nama Partai Politik) sudah tidak lagi sejalan dengan visi dan aspirasi yang ingin kami wujudkan untuk masyarakat. Perbedaan pandangan yang mendasar ini membuat kami merasa tidak lagi dapat memberikan kontribusi yang maksimal di dalam partai," ungkapnya.
"Kemudian adanya aturan internal partai yang tidak lagi sejalan dengan prinsip demokrasi. Kami meyakini bahwa sebuah partai politik harus menjadi pilar utama dalam menjaga dan merawat nilai-nilai demokrasi, tidak hanya di tingkat negara, tetapi juga di dalam internal partai itu sendiri. Belakangan ini, kami mengamati adanya dinamika dan perubahan aturan internal partai yang menurut pandangan kami telah mengesampingkan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat, seperti kebebasan berpendapat, transparansi, dan proses pengambilan keputusan yang partisipatif. Sebagai kelompok yang memegang teguh nilai-nilai demokrasi, kami merasa ruang untuk bergerak dan menyuarakan kebenaran secara objektif semakin dibatasi," terangnya.
Bona menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran pengurus, pimpinan, serta seluruh rekan-rekan kader dan simpatisan PKN atas kebersamaan, kerja sama, dan pengalaman berharga yang telah terjalin selama ini.
"Kami menghargai setiap dinamika yang pernah kita lalui bersama, meskipun tidak lagi bernaung di bawah bendera PKN, komitmen kami untuk terus mengabdi dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara tidak akan pernah surut. Kami akan melanjutkan langkah perjuangan politik kami melalui jalan lain yang lebih sejalan dengan hati nurani dan prinsip-prinsip demokrasi yang kami yakini," ujarnya.
Berikut nama- nama 20 Jajaran Pengurus yang mengundurkan diri secara resmi.
1. Laksamana Sukardi
2. Ferdinand Nainggolan
3. Mirwan Amir
4. Yuyun K.Soemopawiro
5. Bona Simanjuntak
6. Michael Dirgo Sudarto
7. Emirsyah Mhd Thariq
8. Dhanang Agung Riyanto
9. Drs. Hotma Tiur Sianipar
10. Kuntari Andri Mawarni Harsono S T
11. Sugiono
12. Riswan Gani
13. Raafi Nurkarim, BA
14. Erik Syam Pratama
15. M Husni Mubarok
16. Alexandra Fabiola Glasmacher
17. Meliana Lesmana
18. Amrinur Oktajaya
19. Milhan Jaya
20. La Ode Muntafas
(Red)


