Trawlmediaindonesia.id
Bekasi – Pekerjaan proyek program Koperasi Merah Putih yang berada di Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan saat tim media melakukan kontrol sosial langsung ke lokasi pekerjaan.
Di lokasi, media menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses pengerjaan pondasi bangunan. Saat proses pengecoran pondasi berlangsung, pekerja disebut tidak menggunakan mesin molen atau alat cor, melainkan dilakukan secara manual. Adukan semen yang digunakan juga dinilai terlalu encer dan terkesan asal-asalan.
Selain itu, penggalian pondasi disebut terlihat dangkal dan tidak maksimal. Media juga menemukan masih banyak batu bekas sisa material lama yang digunakan kembali untuk pondasi proyek tersebut.
Ketika dikonfirmasi di lokasi, pengawas dari unsur TNI yang diketahui bernama Handoko selaku Babinsa Desa Kali Jaya menyampaikan bahwa dirinya ikut melakukan pengawasan terhadap pekerjaan proyek tersebut.
“Saya di sini mengawasi program ini, dan setiap hari pekerjaan harus dilaporkan. Menurut saya pekerjaan ini sudah sesuai,” ujar Handoko di lokasi proyek.
Namun, saat media kembali melakukan pengecekan pada pemasangan batu kali, ditemukan dugaan pemasangan dilakukan tidak rapi dengan campuran semen yang minim dan terlihat sangat encer.
Salah satu pelaksana proyek bernama Ari juga menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai standar dan mengikuti rumus pekerjaan konstruksi.
“Kerjaan ini sudah standar dan mengikuti rumus,” katanya.
Meski demikian, hasil pantauan di lapangan dinilai berbeda. Media menilai pekerjaan proyek tersebut terkesan dikerjakan secara asal dan tidak memenuhi standar konstruksi yang baik. Selain itu, para pekerja juga terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri atau K3 saat bekerja.
Tidak hanya itu, di lokasi proyek juga tidak ditemukan papan informasi proyek maupun pagar pengaman pekerjaan.
Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui secara jelas besaran anggaran maupun detail pekerjaan program tersebut.
Kondisi pondasi yang sudah terpasang pun menjadi perhatian, lantaran pengisian semen pada pondasi terlihat tidak maksimal sehingga dikhawatirkan rawan terjadi pergerakan atau keretakan pondasi di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan proyek masih terus berlangsung.
(Spn)


