Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Koperasi Karya Sejahtera (KS) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dengan penuh antusiasme. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi, kritik, hingga masukan dari anggota menjadi perhatian utama pengurus sebagai langkah evaluasi dan penguatan koperasi ke depan.
Ketua Koperasi KS TKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Asep Selamet, menegaskan bahwa pihak pengurus dan pengawas berkomitmen mengikuti arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi di sektor kepelabuhanan dan logistik.
"Ya kalau menyesuaikan dengan tema kali ini kan kita menyesuaikan juga dengan arahan yang dari pemerintah. Memang pemerintah sekarang itu kan menggadang-gadang terus untuk era sekarang itu kan era digitalisasi. Dan kami dari pengurus dan pengawas Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok punya komitmen, punya tanggung jawab untuk merealisasikan apa yang diinginkan oleh pemerintah," ujar Asep usai kegiatan RAT di Putri Duyung Cottage Ancol Jakarta, Kamis (21/5/2025).
Menurutnya, berbagai pertanyaan dan kritik yang disampaikan anggota dalam forum RAT menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas koperasi agar semakin profesional dan mampu bersaing di sektor logistik nasional.
"Untuk tadi masalah pertanyaan-pertanyaan, kami terima karena sifatnya untuk membangun. Bagaimana ke depan koperasi, khususnya TKBM, bisa lebih kompeten, bisa berdaya saing, bisa diterima oleh stakeholder dan pengguna jasa tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan, khususnya di Tanjung Priok yang menjadikan barometer apa keluar masuknya logistik nasional," tambahnya.
Selain membahas peningkatan kualitas layanan dan tata kelola koperasi, RAT juga menyoroti kesejahteraan anggota. Pengurus memastikan adanya penyesuaian bonus dan hadiah sesuai aspirasi para anggota. Bahkan pada periode ini, koperasi mengalokasikan program umroh bagi pekerja TKBM di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Ya kita menyesuaikan dengan permohonan dari rekan-rekan seperti apa. Dan mudah-mudahan ini menjadikan apa... menjadikan perbaikan ke depan kita seperti apa. Seperti tadi untuk umroh segala gitu kan, kita alokasikan untuk 10 TKBM yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Mudah-mudahan ini menjadi barokah dan jalan hidup mereka agar lebih baik," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Asep juga menanggapi persoalan pengelolaan aset koperasi. Ia mengakui masih ada sejumlah aset yang sebelumnya belum dikelola secara maksimal, termasuk salah satu aset yang terdampak pengembangan wilayah.
"Untuk masalah aset, aset ini kita banyak di beberapa tempat. Memang sebelumnya aset gitu kan, untuk pengelolaannya memang tidak maksimal. Dan kebetulan ada salah satu titik lokasi yang memang kemarin itu ada pengembangan dari wilayah yang memang ketika itu aset tidak kami lepas, ya terpaksa terhimpit oleh pengembangan dari... yang membutuhkan tadi yaitu rumah sakit," tuturnya.
Menutup keterangannya, Asep mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk bersama-sama membangun sistem kerja TKBM yang profesional dan memiliki daya saing tinggi demi mendukung kemajuan pelabuhan Indonesia.
"Himbauan kami gitu kan, sesuai dengan tema, mari kita ciptakan TKBM yang profesional, progresif, dan apa... berdaya saing tinggi untuk kemajuan kepelabuhanan yang ada di Indonesia. Dan khususnya yang ada di Tanjung Priok sebagai barometer pintu logistik yang ada di Indonesia," ujarnya.
(Red)


