Trawlmediaindonesia.id
Jenewa Swiss – Ratusan delegasi buruh dari berbagai belahan dunia menggelar aksi solidaritas besar-besaran di depan Monumen Broken Chair, tepat di seberang markas Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) PBB di Jenewa, Swiss. Aksi ini diinisiasi oleh konfederasi buruh internasional, International Labor Confederation (ILC), guna mendesak pengakuan Palestina sebagai anggota tetap di ILO.
Aksi yang berlangsung di sela-sela agenda Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 ini diikuti oleh perwakilan buruh dari 25 negara. Delegasi Indonesia tampil sebagai salah satu motor utama pergerakan dengan mengirimkan jajaran ketua konfederasi, federasi, serta perwakilan buruh daerah mulai dari Banten hingga Sulawesi Selatan.
Dalam orasinya, para pimpinan buruh menegaskan bahwa secara de facto Palestina telah diakui sebagai sebuah negara oleh mayoritas masyarakat dunia. Namun, proses administratif untuk menjadi anggota tetap di badan-badan PBB, termasuk ILO, kerap menghadapi penjajalan politik.
"Kita tahu bahwa keanggotaan Palestina di ILO ini ingin tidak disetujui oleh Amerika Serikat (USA). Karena itulah kami berkumpul di sini, mendukung penuh agar Palestina bisa menjadi anggota tetap dan menjadi peserta resmi di dalam ILO Conference," ujar Arif, perwakilan dari KSPSI Indonesia di lokasi aksi, Rabu (3/6/2026).
Hal senada disampaikan oleh Abdul Bais, perwakilan serikat buruh asal Filipina. Ia menegaskan sikap tegasnya menolak segala bentuk penjajahan di tanah Palestina.
"Kami mendukung penuh agar Palestina segera merdeka dan menjadi anggota tetap ILO. Indonesia, Filipina, dan negara-negara lain memberikan dukungan penuh (voting) untuk hak-hak saudara kita di Palestina," tegas Abdul Bais.
Monumen Broken Chair yang ikonik menjadi saksi bisu berkumpulnya para buruh dari Indonesia, Filipina, Myanmar, Lebanon, hingga Turki. Mereka berbaur dengan delegasi asli dari Palestina sembari mengibarkan bendera negara masing-masing dan menyuarakan keluhan atas penderitaan rakyat Palestina.
"Hari ini sangat luar biasa, kita menegaskan kepada negara-negara yang hadir di konvensi ini bahwa Palestina harus masuk sebagai bagian dari ILO. Hidup buruh yang melawan!" , teriak Johannes Darta Pakpahan , Ketua Delegasi Indonesia di ILO .
Aksi yang berjalan tertib namun berenergi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh anggota ILC untuk mengawal agenda voting dan mendesak seluruh negara peserta sidang tahun ini agar meloloskan status keanggotaan penuh bagi Palestina. Pekikan "Free, Free Palestine" pun terus menggema di jantung kota diplomasi internasional tersebut.
(Red)


