Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Di tengah gencarnya patroli rutin yang digelar kepolisian republik indonesia (Polri) baik dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek belum sepertinya belum membuat efek bagi beberapa orang yang memiliki mental brutal.
Pasalnya, beberapa warga di wilayah RW 08 dan RW 09 Utan Panjang II, Kemayoran Jakarta Pusat mengaku merasa resah atas kehadiran beberapa remaja yang sering nongkrong pada jam malam.
Terlebih, di siang hari, tepatnya Jumat (5/6/2026) siang ini beberapa remaja berkumpul didepan salah satu rumah warga diduga membawa senjata tajam (Sajam).
"Bawa Katana (Samurai) kata anak saya, ya kan khawatir anak saya pulang sholat jumat degar kabar begitu. Mereka juga sering hampir tiap malam nongkrong-nongkrong," ujar seorang ibu rumah tangga yang identitasnya tak ingin disebut.
Warga lainnya juga mengatakan pernah melihat pada suatu waktu para remaja tersebut ada yang membawa sajam.
"Pernah waktu itu mereka ada yang bawa sajam samurai atau celurit gede gitu, saya udah bilang ke pak rt juga," ujar warga lainnya yang merasa resah.
Dari kejadian tersebut, seorang warga melaporkan kepada pengurus RT dan pengurus RW. Saat dihampiri, Ketua RW mendapati sebuah penggaris mistar dari salah satu remaja tersebut.
Warga tersebut juga mengatakan jika beberapa remaja tersebut sempat dibubarkan oleh seorang ibu rumah tangga lainnya.
"Itu dibubarin tadi sama Ibu Haji, tapi saya tidak tahu ada yang bawa sajam, kalau saya lihat pasti saya pegang itu orang," katanya kembali.
Dari kejadian tersebut, seorang warga melaporkan kepada pengurus RT dan pengurus RW. Saat dihampiri, Ketua RW mendapati sebuah penggaris mistar dari salah satu remaja tersebut.
"Ini mistar (penggaris mistar) kami amankan, itu anak-anak itu dari rw sebelah," ujar Ketua RW Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran Jakarta Pusat, Noferi.
Terakhir Feri nama sapaan RW 08 tersebut mengatakan jika pihaknya baik para pengurus RW dan RT sudah mengimbau kepada para remaja tersebut.
"Sudah pernah saya koordinasi sama RT setempat terkaiit itu, dan RT setempat juga sudah memberikan imbauan kepada anak-anak itu," tukasnya.
Di sisi lain Kanit Reskrim Polsek Kemayoran, Iptu Budi Setiadi mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait hal itu.
"Kami pihak polsek kemayoran belum mendapat informasi itu, adanya anak-anak remaja yang nongkrong pada jam malam ataupun bawa sajam" ujarnya melalui panggilan telepon. Jumat (5/6/2026).
Meski begitu, Budi meminta kepada warga khususnya di kemayoran maupun para pengurus RT/RW untuk segera melaporkan jika ada sesuatu yang membuat resah di wilayah.
"Kami (polsek kemayoran) mengimbau kepada para warga maupun pengurus rt dan rw untuk segera melaporkan jika ada sesuatu yang membuat resah di lingkungannya. Baik itu tawuran, dan tindak kriminal lainnya," pungkas Budi.
( Wly )


