Trawlmediaindonesia.id
Garut – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pembentukan karakter bela negara sekaligus investasi dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk pengaruh ideologi kekerasan dan radikalisme.
Pesan tersebut disampaikan Kepala BNPT, Eddy Hartono, S.I.K., M.H., saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Kemah Bela Negara di Universitas Garut, Kamis (9/7). Menurutnya, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan wawasan kebangsaan dan kecakapan digital, tetapi juga dengan kepedulian terhadap lingkungan sebagai ruang hidup bersama.
"Adik-adik adalah kebanggaan orang tua dan bangsa. Di masa depan, kalianlah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan. Salah satu bekal utamanya adalah mengenali, menjaga, dan mencintai lingkungan kita sendiri sebagai wujud nyata sikap bela negara," ujar Kepala BNPT di sela sesi belajar lingkungan di kawasan kampus Universitas Garut.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai ekosistem daerah aliran sungai (DAS), hutan bantaran, serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pembelajaran tersebut dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk implementasi kepedulian terhadap kelestarian alam.
Rektor Universitas Garut, Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., menilai pendekatan pembelajaran yang menghubungkan wawasan kebangsaan dengan pelestarian lingkungan menjadi salah satu cara efektif membangun karakter generasi muda.
"Makna bela negara saat ini mencakup bagaimana masyarakat memahami lingkungannya, termasuk mengerti tata kelola air, karena air adalah sumber peradaban. Guna memahami hal itu, generasi muda memang harus turun langsung ke lapangan," jelas Irfan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berbasis pengalaman lapangan turut memperkuat literasi sosial dan literasi digital peserta. Kemampuan berpikir kritis dan memilah informasi menjadi modal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung kebencian, intoleransi, maupun paham kekerasan.
"Dalam konteks penangkalan radikalisme, ini merupakan bentuk penguatan literasi baik literasi digital maupun literasi sosial. Aktivitas ini melatih mereka untuk memilah hal-hal baik dan membentengi diri dari pengaruh negatif," tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, BNPT bersama mitra juga melaksanakan aksi sosial berupa penanaman pohon dan pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial serta ketahanan lingkungan.
(Wly)


