Trawlmediaindonesia.id
Kota Bekasi – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi ajang memperkuat ukhuwah sekaligus menyusun program kerja yang terarah untuk mendukung pembangunan daerah. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara organisasi kemasyarakatan dan Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti sejumlah tantangan yang tengah dihadapi Kota Bekasi, mulai dari maraknya praktik perjudian, khususnya di wilayah Bekasi Utara, hingga persoalan LGBT yang menurut data berjumlah sekitar 6.000 orang di Bekasi Selatan. Ia mengajak Sahabat MUI untuk ikut berperan aktif dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Tri.
Tri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Kota Bekasi. Menurutnya, kolaborasi antarkomponen masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Di sektor pendidikan, Tri mengungkapkan masih adanya keterbatasan ruang belajar di sekolah negeri, sehingga satu kelas masih diisi sekitar 40 siswa. Selain itu, kebutuhan tenaga pendidik juga masih cukup tinggi. Di sisi lain, sejumlah sekolah swasta memiliki tenaga guru yang memadai namun kekurangan peserta didik.
Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan keseimbangan melalui kerja sama yang lebih erat antara sekolah negeri dan swasta agar pemerataan akses pendidikan dapat terwujud.
Pemerintah Kota Bekasi juga terus mengembangkan program pendidikan sepanjang hayat melalui Sekolah Lansia yang memiliki jenjang pembelajaran hingga tingkat S1, S2, dan S3. Program tersebut diharapkan mampu mendorong para lanjut usia tetap aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk terus belajar.
Selain itu, Tri mengungkapkan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Rencana tersebut telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi dan diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak guna memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
(Red)


