-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Alhamdulillah! Pasokan Air Bersih di Pulau Kelapa Dua Pulih Sejak 14 Agustus

    trawlmediaindonesia
    Jumat, 21 Agustus 2026, 18:16 WIB Last Updated 2026-08-21T11:16:23Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Kepulauan Seribu – Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, kembali beroperasi dan melayani kebutuhan air bersih warga sejak 14 Agustus 2026.


    Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, menyambut baik beroperasinya kembali fasilitas tersebut. Ia menyebut kembalinya SWRO menjadi kabar baik karena pasokan air bersih warga dapat kembali normal.


    “Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan menyambut baik beroperasinya kembali mesin SWRO di Pulau Kelapa Dua. Itu artinya pasokan air bersih kepada warga masyarakat di Pulau Kelapa Dua dapat kembali normal,” ujar Adriansyah, Jumat (21/08/2026).


    Ia berharap petugas PAM JAYA melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan mesin secara rutin agar kerusakan serupa tidak terulang. 


    “Kami berharap para pekerja dapat mengecek mesin SWRO dengan rutin, supaya kerusakan yang serupa atau yang lebih parah tidak terjadi kembali. Terima kasih saya ucapkan,” katanya.


    Adriansyah juga mengusulkan agar kapasitas operasional SWRO ditingkatkan. Saat ini kapasitas produksi baru 0,25 liter per detik (LPS) dan diharapkan bisa naik menjadi 1 LPS.


    “SWRO Pulau Kelapa Dua butuh ditingkatkan sistem pengoperasiannya dari 0,25 LPS menjadi 1 LPS, agar produksi dan pelayanan bisa berjalan dengan lancar tanpa memforsir mesin untuk terus berjalan,” tuturnya.


    Koordinator SWRO PAM JAYA Pulau Kelapa Dua, Andi Ardiansyah, membenarkan fasilitas tersebut telah melayani warga sejak 14 Agustus. 


    “Alhamdulillah sudah berjalan dan sudah melayani warga Pulau Kelapa Dua dari tanggal 14 Agustus,” ujar Andi.


    Sebelumnya, SWRO Pulau Kelapa Dua sempat mengalami kendala teknis. Sensor pembaca tekanan membran tidak terbaca sehingga mesin high pressure hidup-mati. Selain itu, air sempat berbau akibat gangguan pada pompa lumpur dan ketersediaan bahan kimia pengolahan.


    Salah satu warga, Nita (42), mengaku lega dengan kembalinya operasional SWRO. 


    “Alhamdulillah sekarang SWRO sudah kembali berjalan. Kami berharap air bersih bisa terus tersedia dan tidak terjadi lagi gangguan seperti sebelumnya,” kata dia.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini