Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Ketua Umum SBSI 92, Sunarti, menyesalkan penggeledahan yang dilakukan terhadap ambulans yang ia kendarai saat aksi mahasiswa di Jalan Sudirman, tepatnya di depan Stasiun Sudirman, Senin 18 Agustus 2026 sore.
Kejadian bermula saat Sunarti hendak melihat aksi mahasiswa. Ia mendengar kabar ada beberapa orang ditangkap sebelumnya. Secara naluriah sebagai aktivis, ia mengajak timnya untuk datang ke lokasi.
"Saya melihat ada mahasiswa yang ingin bergabung pakai almamater. UI kuning, UHAMKA, UNJ. Mereka diperiksa. Almamaternya dilepas, tasnya dibuka, disuruh jongkok," ujar Sunarti saat ditemui di Kantor Sekretariat SBSI 92, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2026).
Ketertarikannya membuat Sunarti turun dari ambulans. Tiba-tiba sekelompok orang berpakaian hitam-hitam, lebih dari 6 orang, menghampirinya.
"Ini ambulans siapa?" tanya mereka.
"Ini ambulans saya," jawab Sunarti.
"Apakah sisa hidup saya untuk berbuat baik ini salah?" tanyanya balik.
Menurut Sunarti, ambulans miliknya langsung diminta maju dan diperiksa. Ia pun ikut diperiksa tanpa ada permisi terlebih dahulu.
"Seharusnya kan 'Permisi Bu, saya mau membuka ini'. Nggak ada. Di situlah saya kecewa. Kok aparatur negara perlakuannya ke rakyat sipil sejauh ini," katanya.
Sunarti mempertanyakan apakah seorang perempuan dan rakyat sipil sudah dianggap menakutkan atau musuh negara. Ia menyebut situasi hari ini lebih represif dibanding zaman Orde Baru yang juga pernah ia alami.
"Hampir setiap orang cerita ke saya, 'Saya juga diperiksa Bu'. Apa sih yang menakutkan dari mahasiswa turun ke jalan? Saya aktivis buruh bersolidaritas ke mahasiswa, apa salah? Nggak bisakah diperlakukan dengan cara santun?" ucapnya kecewa.
Ia juga menyoroti arogansi aparat. "Hari ini dibilang etikanya mana? 'Saya aparatur', 'saya anggota'. Arogansi ini yang bikin saya kecewa."
Sunarti meminta Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, dan Panglima TNI mengevaluasi pola pengamanan terhadap mahasiswa dan rakyat sipil.
"Jangan seolah-olah kami rakyat sipil ini sudah dianggap teroris. Anda itu pelindung dan pengayom rakyat sipil. Jangan paranoid seolah rakyat itu musuh," tegasnya.
"Ini catatan penting. Bersiaplah, rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi sekarang dianggap musuh pemerintah," pungkas Sunarti.
(Ida)


