JAKARTA- Majelis Kaum Betawi (MKB) resmi berganti nama menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB). Keputusan itu diambil dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Grand Alia Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).
KLB dibuka Ketua Dewan Adat MKB, H. Fauzi Bowo atau Bang Foke. Agenda ini merupakan lanjutan dari silaturahmi dan doa bersama di Museum MH Thamrin sehari sebelumnya.
Perubahan nama dilakukan untuk menyelaraskan kelembagaan masyarakat Betawi dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Dalam UU tersebut disebut istilah Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Dalam KLB, Foke juga ditetapkan dan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat LAKB. Ia sekaligus menerima gelar kehormatan Datuk Mua'allim Ahlul Adat atas kontribusinya dalam penguatan adat Betawi.
5 Rekomendasi Strategis KLB
1. Perubahan nama dari MKB menjadi LAKB dan penetapan kaidah dasar kelembagaan.
2. Pengukuhan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat LAKB dan pemberian gelar Datuk Mua'allim Ahlul Adat.
3. Rekomendasi ke Gubernur DKI untuk mengukuhkan Foke dan mengakui LAKB sebagai lembaga adat induk Betawi.
4. Perubahan Perda No 4 Tahun 2014 dari "Pelestarian" menjadi "Pemajuan Kebudayaan Betawi" ditargetkan selesai 2027.
5. Pemberian mandat penuh kepada Foke untuk menyusun kepengurusan LAKB yang mengakomodasi seluruh unsur masyarakat Betawi.
Foke menegaskan perubahan ini bukan sekadar ganti nama. Tujuannya membangun wadah bersama yang punya dasar hukum dan menyatukan seluruh elemen Betawi.
“Majelis Kaum Betawi sudah ada lebih dulu. Setelah UU DKJ terbit, kita menyesuaikan diksi yang tercantum dalam undang-undang,” ujar Foke.
Ketua Pelaksana KLB, M. Ichwan Ridwan, menyebut KLB ini bagian dari konsolidasi panjang masyarakat Betawi." KLB ini adalah bagian dari konsolidasu panjang masyarakat Betawi yang dimulai dari deklarasi MAPKB 2022, Pra-Kongres 2023, hingga Kongres 2023 di Ancol".Ungkap Boim menambahkan .
" Dengan lahirnya LAKB, lembaga ini diharapkan menjadi wadah bersama untuk menjaga adat, budaya, sejarah, dan identitas Betawi, sekaligus memperkuat peran masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta."pungkasnya.


